Maraknya Kekerasan Atas Nama Agama, Banser Siaga Satu

Rabu, 25 Januari 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Dalam rangka menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari upaya segelintir orang yang menampilkan perilaku anarkis dengan mengatasnamakan agama, Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) meminta seluruh kader siaga dalam satu komando.

“Kami telah mencermati dinamika sosial dan kebangsaan akhir-akhir ini. Masyarakat disuguhi tontonan kekerasan yang didalangi segelintir orang. Gangguan kecil itu harus segera ditangani,” ujar Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Selasa (24/1).

Banser sebagai bagian dari warga Indonesia, tergerak untuk mengambil sikap atas situasi yang memprihatinkan tersebut, mengingat aksi-aksi dimaksud telah memunculkan respon dan reaksi untuk melakukan perlawanan di berbagai daerah.

“Apa Islam agama marah? Apa Nabi Muhammad SAW berdakwah dengan marah? Islam disampaikan Nabi Muhammad dengan ramah. Maka wajar jika kita saksikan dakwah dengan kekerasan dan arogansi menimbulkan perlawanan seperti di Bali, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, NTB dan yang paling akhir di Bangka Belitung,” paparnya.

Berkaitan dengan itu, imbuh Alfa, Banser mengajak kepada seluruh komponen bangsa yang masih mencintai Indonesia untuk bahu membahu menjaga tegaknya NKRI.

“Banser meminta kepada negara segera bertindak tegas dan jangan sampai terlambat menangani hal tersebut karena membahayakan kelangsungan  kehidupan bernegara,” kata dia lagi.

Terhadap keberadaan Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas sejenis yang melakukan ancaman dan tindakan kekerasan serta kerap menyatakan ujaran kebencian sebagai model gerakannya, Banser mengingatkan, negara jangan kalah.

“Segera ambil tindakan hukum tegas untuk menghindari terjadinya konflik horizontal. Adapun kepada seluruh jajaran Banser se-Indonesia, untuk tetap siaga dalam satu komando,” demikian H Alfa Isnaeni. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: