Masjid Kuno Bayan

Selasa, 06 September 2016

ISLAMNUSANTARA.COM – Masjid bersejarah ini berada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lmbok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasi desa ini berada di kaki Gunung Rinjani. Jaraknya sekitar 80 kilometer dari pusat Kota Mataram, ibukota provinsi NTB.

Sebagian besar material yang digunakan pada bangunan tersebut adalah kayu dan bambu. Baik ornamen dan bagian atapnya. Usianya sangat fantastis, 500 tahun. Karena sudah berdiri sejak abad ke 16 Masehi. Meskipun usianya sangat tua, tetapi bangunan masjid masih kokoh berdiri dan tetap digunakan untuk berbagai aktivitas ibadah.

Saat ini intensitas pemakaian masjid memang tidak setiap hari. Karena hanya dipergunakan saat kegiatan tertentu. Seperti untuk sholat Tarawih ketika bulan Ramadhan dan saat perayaan Hari Besar Islam. Jamaah masjid ini juga dari kalangan tertentu, yaitu keturunan penghulu dan kyai atauMasjid-Bayann pemuka agama Islam.

Bentuk dan arsitektur Masjid Kuno Bayan Beleq sangat sederhana. Mirip seperti bangunan rumah warga. Tetapi masjid ini bernilai sejarah, karena penyebaran Islam di Pulau Lombok berpusat di masjid tersebut. Kecamatan Bayan adalah pintu gerbang masuknya ajaran Islam ke Pulau Lombok. Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di Pulau Lombok.

Ukuran masjid adalah 9 x 9 meter. Pondasinya disusun dari bebatuan kali. Lantainya masih tanah liat dan dilapisi tikar buluh. Dindingnya dibuat rendah dan hanya dibuat dari anyaman bambu. Sedangkan bagian atapnya memiliki bentuk tumpang, yang tersusun dari bilah-bilah bambu.

Untuk menopang atapnya, bangunan ini menggunakan empat tiang utama. Tiang penopang itu dibuat dari kayu nangka dengan bentuk silinder. Bedug kayu juga terdapat di bagian dalamnya. Uniknya bedug digantung pada tiang atap, sehingga terlihat menggantung.

Selain bedug, Anda bisa juga menyaksikan makam besar atau beleq seorang penyebar ajaran Islam yang pertama di daerah ini. Gaus Abdul Rozak adalah nama pemuka agama tersebut. Keluar dari bangunan masjid ini, Anda bisa menjumpai dua gubug kecil di sebelah kiri dan kanan masjid. Gubug-gubug itu adalah makan sejumlah tokoh agama, yang berkiprah penting dalam membangun dan menjaga masjid Bayan sejak awal berdirinya. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: