Masuk Kedalam Ka’bah, Menag Doakan Kesejahteraan Indonesia

Rabu, 26 September 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Makkah – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mendapat kehormatan memasuki ruang bagian dalam Ka’bah, Selasa (25/9). Kehormatan itu diberikan oleh Pemerintah Saudi kepada Lukman bersamaan dengan momen pencucian Ka’bah.

“Alhamdulillah pagi hari ini, saya selaku menag yang juga amirul hajj pada penyelenggaraan haji tahun ini, merasa bersyukur berkesempatan memenuhi undangan menteri haji untuk ikut masuk ke dalam Ka’bah,” ujar Lukman dalam rilisnya.

Momen pencucian Ka’bah dilakukan pagi hari, jelang memasuki waktu dhuha. Dipimpin Gubernur Makkah Prince Kholid Al Faishal, sejumlah tokoh, termasuk Menag Lukman diberi kesempatan untuk melihat bagian dalam bangunan yang menjadi kiblat umat Muslim dunia.

“Kami beberapa saat diperkenankan masuk Ka’bah. Kami menunaikan shalat dua rakaat sebanyak empat kali. Di setiap bidang kami melakukan shalat dua rakaat. Kami juga memanjatkan doa terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia tercinta agar ke depan bangsa dan seluruh masyarakat Indonesia senantiasa mampu meningkatkan kualitas hidupnya, meningkatkan kesejahteraannya,” kata Lukman.

Lukman mengatakan kesempatan memasuki Ka’bah tidak semata kehormatan bagi dirinya, tapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. “Kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang sudah memberikan kesempatan sekaligus kehormatan ini,” ujarnya.

Lukman menjelaskan bagian dalam Ka’bah sangat bersih dengan lapisan marmer pada dinding dan lantai. Aroma ruangannya juga sangat wangi. Pengalaman pertama memasuki Baitullah ini memberi kesan mendalam yang menurutnya tidak mudah diungkapkan.

“Kiblat semua Muslim di dunia itu adalah Ka’bah. Ketika kita memasuki, tentu kita memiliki kesan tersendiri yang luar biasa,” ujarnya.

Lukman dijadwalkan akan berada di Saudi hingga 26 September mendatang. Setelah dari Makkah, dia akan menuju Kota Madinah untuk melepas kepulangan kloter terakhir jamaah haji Indonesia dari Madinah menuju Tanah Air. (ISNU)

Sumber: Republika

No Responses

Tinggalkan Balasan