Media Masa Kokohkan dan Tumbangkan Kekuasaan Firaun

Rabu, 19 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Padang – Berdirinya kekuasaan Firaun dipengaruhi oleh media yang sangat besar. Tetapi, kekuasaan Firaun juga tumbang akibat media yang dikuasainya tidak lagi berpihak kepadanya. Akan tetapi, media massa yang digunakan Firaun pada saat itu berbeda dengan media massa yang ada saat ini.

Direktur Program Pengadaan Kader Ilmiah Jeddah, Syekh Ahmad Bathahaf mengatakan, meskipun kekuasaan Firaun begitu kuat, tapi tidak bisa bertahan tanpa kekuatan media yang dia bangun untuk mempertahankan kekuasaannya. Buktinya, saat Firaun menghadapi Nabi Musa Alaihissalam (As). Kala itu, kebenaran yang dibawa Nabi Musa As dilawan Firaun dengan kekuatan media yang dimilikinya.

Ia menyampaikan, tentu media pada saat itu berbeda dengan media saat ini. “Dulu Firaun mengumpulkan tokoh masyarakat yang berpengaruh untuk menyebarkan pidato politiknya,” kata Syekh Ahmad saat menjadi pembicara pada acara Simposium Jurnalis Muslim di Hotel Grand Inna Padang, Selasa (18/7).

Ia menceritakan, Firaun meminta tokoh-tokoh masyarakat untuk berkumpul dan mendengarkan pidato politiknya. Kemudian mengutus mereka ke tengah-tengah masyarakat. Jadi, para tokoh masyarakat yang dikumpulkan diminta menjadi corong media Firaun. Sehingga, kekuasaan Firaun tetap langgeng dengan cara seperti itu.

Kemudian, datang Nabi Musa As yang membawa dan menyampaikan kebenaran. Maka, untuk membantah dan menyingkirkan Nabi Musa As, Firaun memanggil para tukang sihir. “(Para tukang sihir) dipakai untuk menunjukkan kebenaran Firaun, untuk melawan kebenaran yang dibawa Nabi Musa As,” ujarnya.

Syekh Ahmad yang juga menjabat sebagai Direktur Umum Persiapan Kepemimpinan Dakwah Kepemudaan di Arab Saudi menyampaikan, dengan harta kekayaan yang Firaun miliki, dia bisa mengumpulkan tokoh masyarakat dan tukang sihir untuk menjadi corong media.

Menurutnya, tukang sihir di zaman Firaun bisa mengubah cara pandang masyarakat. Begitu pula jurnalis saat ini bisa mengubah cara pandang masyarakat dengan informasi yang disajikannya. Sekarang bisa disaksikan, media barat bisa mengubah pandangan masyarakat. Bahkan, mereka bisa mengubah pihak yang benar menjadi pihak yang salah.

Dulu pada zaman Firaun, tukang sihir juga menyampaikan ke publik bahwa agama Firaun adalah agama yang benar. Sementara, kebenaran yang dibawa Nabi Musa As diisukan akan menggantikan agama nenek moyang masyarakat. Bahkan, Nabi Musa As diisukan akan membawa kehancuran. “Digambarkan dalam Alquran bahwasannya tukang sihir ini mengelabui pandangan publik pada saat itu,” jelasnya.

Jadi, diterangkan dia, tukang sihir digunakan Firaun untuk memutarbalikkan fakta. Akan tetapi, tukang-tukang sihir yang digunakan Firaun sebagian besar bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah. Ketika menyaksikan kebenaran yang dibawa Nabi Musa As, mereka kemudian tunduk, mengikuti dan beriman kepada Nabi Musa As.

Kemudian, corong meda yang digunakan Firaun sebelumnya menjadi berpihak kepada Nabi Musa As. Sehingga terjadi perubahan besar. Masyarakat pun tercerahkan, jadi bisa mengetahui yang benar dan percaya kepada Nabi Musa As. “Jadi kekalahan Firaun dalam pertempuran dengan Musa karena Firaun tidak bisa mengendalikan media atau tukang sihir pada saat itu,” ujarnya.

Syeh Ahmad menyimpulkan, dari kisah tersebut menegaskan bahwa pengaruh media massa sangat besar. Perjalanan para nabi dan usaha mereka menyebarkan dakwah dengan media adalah fakta yang tidak bisa dihindari. Akan tetapi, media massa berubah-ubah bentuknya dari masa ke masa. (ISNU)

Sumber: Republika

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: