Menag: Ajaran Islam Itu Mencerahkan, Bukan Saling Menyalahkan

Rabu, 18 Oktober 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Islam harus diajarkan dengan cara-cara yang mencerahkan. Pengajaran Islam harus membuat orang yang menerima Islam menjadi tercerahkan, bukan malah berpikiran sempit dan menganggap diri dan kelompoknya yang paling benar sendiri.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan dalam acara Halaqah Ulama ASEAN di Jakarta, Selasa (17/10).

“Dan menganggap yang berbeda dengannya salah,” kata Menag.

Hal ini harus dilakukan agar umat Islam tidak saling tuding dan energinya habis untuk mendebatkan persoalan-persoalan yang bersifat cabang (khilafiyah). Bagi Menag, persoalan-persoalan yang bersifat cabang itu harus disikapi dengan arif karena itu sudah ada sejak dulu dan tidak akan pernah selesai. Ia meminta umat untuk lebih memfokuskan perhatiannya pada persoalan yang nyata dihadapi umat seperti kemiskinan, ketimpangan, dan lainnya.

Lukman menjelaskan, dengan pengajaran Islam yang mencerahkan maka umat akan memiliki wawasan yang terbuka dan tidak sempit sehingga mereka bisa menerima perbedaan yang ada.

Ia juga meminta umat agar tidak melakukan pengafiran kepada umat Islam lainnya karena perbedaan pandangan dan paham. Apabila yang diperdebatkan adalah hal-hal yang bersifat cabang, maka tidak perlu untuk melakukan hal-hal yang menjurus kepada pengafiran.

Ia juga mendorong kelompok Islam yang moderat untuk aktif dan mewarnai dunia maya untuk meredam kelompok kelompok ekstrem.

“Ini saatnya kaum moderat untuk lebih bersuara, mengisi ruang-ruang publik bahwa Islam yang sesungguhnya adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tutupnya.  (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: