Menag Imbau Umat Islam Jadikan Ramadhan untuk Introspeksi Diri

Sabtu, 27 Mei 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan umat Muslim Indonesia mengawali puasa Ramadan pada 27 Mei 2017 setelah melakukan Sidang Itsbat yang digelar di kantor kemenag.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau agar umat Islam dapat menjadikan kehadiran Ramadan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan introspeksi.

“Apakah keberagamaan kita sudah benar-benar dalam rangka menebarkan kemaslahatan bagi sesama kita? Apakah keberagamaan kita sudah benar-benar dalam rangka melindungi dan menjaga harkat dan martabat kemanusiaan sesama kita meski berbeda-beda? Atau sebaliknya, keberagamaan kita justru merendahkan atau meniadakan sisi-sisi kemanusiaan sesama,” pesan Menag usai memimpin sidang itsbat di Jakarta, Jumat (26/05).

“Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini, kita bisa berinstrospeksi dan berbenah diri memperbaiki cara keberagamaan kita sehingga semakin berkualitas,” sambungnya.

Menag mengucapkan selamat kepada umat muslim Indonesia menjalani puasa Ramadan. Menag berharap puasa selama Ramadan dapat dijalani dengan baik sehingga pada akhirnya mengantarkan umat muslim untuk kembali ke jati diri kemanusiaannya.

Sahur On The Road

Ditanya soal sahur on the road, Menag mengatakan kalau itu harus disikapi dengan bijak. Menag menilai sahur on the road menjadi salah satu cara anak muda menunjukan semangat dan ghirah menyambut kedatangan bulan suci Ramadan.

“Biasanya mereka memberikan sahur kepada kalangan yang tidak mampu. Ini sesuatu yang positif,” tuturnya. Meski demikian, Menag mengingatkan agar sahur on the road tidak digunakan untuk konvoi yang pada akhirnya menggangu ketertiban umum.

“Prinsipnya, sisi positif harus tetap kita jaga tapi dampak negatifnya harus diminimalisir. Jadi kearifan kita bagaimana kita bisa memandu anak anak muda sehingga tidak melakukan hal yang tidak semestinya,” tegasnya.

Menag juga menyambut baik rencana mengubah sahur on the road menjadi sahur on the mosque. “Saya kira itu hal positif, yang penting kebersamaannya bagaimana menyemarakkan bulan Ramadhan untuk tujuan positif. Poinnya di situ,” tandasnya. (ISNU)

Sumber: Kemenag

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: