Menag Minta DDII dan Ormas Keagamaan Suarakan Islam Moderat

Senin, 27 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta kepada Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan ormas keagamaan lainnya untuk bersama-sama menebarkan paham Islam moderat. Menurutnya, dengan paham moderat itulah kehidupan keagamaan di Indonesia berjalan hingga saat ini.

“Mari kita jaga dan pelihara warisan ini, jangan sampai kejadian di Syiria dan Iraq, dua pusat peradaban Islam yang luluh lantak karena tidak mampu menjaga toleransi, terjadi di Negara kita,” saat memberi sambutan pada Rakernas dan Tasyakuran Setengah Abad DDII, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Minggu (26/02).

Sejarah mencatat, DDII berdiri seiring Partai Masyumi yang membubarkan diri sekaligus menandari perubahan medan perjuangan dari politik praktis ke dakwah. Menag melihat perubahan medan perjuangan ini mempunyai makna yang luas dalam konteks masa kini di mana Indonesia menghadapi faham ekstrimisme dan liberalisme.

Ketua Umum DDII, Muhammad Siddiq menyampaikan bahwa kegiatan DDII saat ini konsen pada bidang dakwah. Ormas yang berdiri lima tahun lalu inin tersebar di 32 Provinsi dan 200 kabupaten/kota di Indonesia. DDII juga mempunyai anggota istimewa di Singapura dan Malaysia.

“DDII sesuai namanya, menggerakkan dakwah. Tidak sekedar menyampaikan, namun juga menggerakan perbaikan aqidah, muamalat, ibadah, akhlak, kualitas hidup, pendidikan kesehatan dan masalah kehidupan masyarakat lainnya. Gerakan DDII tidak sekedar bil lisan, namun bil khal,” terang Siddiq.

Siddiq menerangkan, DDII telah mengirim ratusan dai ke penjuru nusantara, membangun tidak kurang dari 500 masjid, lembaga pendidikan hingga perguruan tinggi, rumah sakit dan lainnya.

DDII didirikan oleh para tokoh Islam di Masjid Munawaroh Tanah Abang Jakarta Pusat pada 26 Februari 1967 lalu. M Natsir (Perdana Menteri ke-5 Indonesia) menjadi Ketua Umum pertama. DDII berdiri seiring dengan Partai Masyumi membubarkan diri.

“Orang tua kita, Bapak M Natsir adalah salah satu pejuang yang berusaha mengintegrasikan 16 Negara ke satu negara, yakni NKRI, dimana saat itu, negara-negara masih bergabung pada Republik Indonesia serikat yang rentan pecah,” kenang Siddiq.

Dalam kesempatan tersebut, DDII memberikan penghormatan kepada 10 tokoh pendiri DDII. Selain itu, DDII juga menyerahkan Buku Setengah Abad kepada Menag, Akbar Tanjung dan beberapa tamu kehormatan. Peringatan setengah abad DDII ini juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Taufik Ismail dan orasi keumatan oleh KH Didin Hafidhuddin. (ISNU)

Sumber: Kemenag

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: