Menag: Nilai-nilai Agama Mempererat Persatuan Bangsa

Minggu, 16 September 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saefuddin menegaskan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang multikultural, di mana penduduknya terdiri dari beragam etnis, bahasa, tradisi, dan agama yang berbeda-beda. Meskipun demikian, masing-masing perbedaan menyatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasas Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Selain itu, faktor yang mempererat persatuan Indonesia adalah nilai-nilai yang terdapat dalam setiap agama.

Hal itu disampaikanMenag saat membuka pertemuan tokoh agama dan tokoh masyarakat Katolik tingkat nasional dengan tema “tebarkan Kedamaian, Merawat Kebangsan”, di Jakarta, Kamis (13/9). Menurutnya, masyarakat harus bersyukur karena para pendiri bangsa dengan kearifannya telah meletakkan agama pada posisi yang istimewa.

“Kita harus bersyukur karena para pendiri bangsa dengan penuh kearifan telah meletakkan agama pada posisi istimewa. Di tengah kemajemukan etnis, suku, budaya, bahasa, tidak hanya kebangsaan yang dijadikan faktor pengikat, tetapi juga nilai-nilai agama,” kata Lukman.

Lukman menambahkan, nilai agama tidak bisa dipisahkan dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Semua agama pada sisi dalam mengajarkan hal yang sama, misalnya mengenai kebaikan dan keadilan.

“Persoalannya, sisi luar agama, yaitu mengenai perbedaan keyakinan, sering menimbulkan sikap fanatik berlebihan. Inilah yang membuat seseorang merasa paling benar dan tidak dapat bersikap toleran dengan kemajemukan yang ada,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: