Menengok Persiapan Dishubkominfo Solo Jelang Haul Habib Ali

dishubkominfo-haul-habib-ali

Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), memasang barikade di Jalan Slamet Riyadi terkait pengalihan arus lalu lintas acara Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. – Foto: krjogja.com

Sabtu, 30 Januari 2016

SOLO, ISLAMNUSANTARA.COM – Puluhan ribu orang diprediksi akan menghadiri Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi yang digelar Sabtu (30/1/2016). Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, Yaman, Saudi Arabia, Oman, Uni Emirat Arab, Australia, Inggris, Singapura, dan Malaysia.

Untuk melancarkan jalannya haul, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Solo akan melakukan skema rekayasa lalulintas di sepanjang jalan Kapten Mulyadi, mulai Jumat (29/12016).

“Dalam perayaan Haul ini, kita akan lakukan rekayasa lalulintas, untuk memberikan kesempatan kepada pihak panitia untuk bisa melaksanakan kegiatan mereka dengan lebih leluasa. Karena tamu yang hadir ini nanti diperkirakan mencapai jumlah 10.000 jamaah, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara,” terang Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishubkominfo Solo, Sri Baskoro, Kamis (28/1/2016).

Ruas Jalan Kapten Mulyadi dari simpang empat Pasar Kliwon hingga simpang empat Baturono, ditutup total selama tiga hari mulai Jumat (29/1/2016) pukul 14.00.

Terkait penutupan total ruas jalan utama di sisi Timur Kota Solo itu,  jelas Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Sri Baskoro, arus kendaraan dari arah Utara yang hendak melintas Jalan Kapten Mulyadi, dialihkan melalui Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Jenderal Sudirman, Bunderan Gladag, memasuki Jalan Slamet Riyadi dengan sistem melawan arus, lalu masuk ke Jalan Yos Sudarso. Sedangkan arus kendaraan berat dari arah Selatan yang mengarah ke Jalan Kapten Mulyadi, tambahnya, menjawab wartawan, di sela pemasangan barikade, Jumat (29/1/2016), dialihkan melalui Jalan Yos Sudarso, Jalan Veteran, Jalan Bayangkara, Jalan Radjiman, hingga Jalan Agus Salim.

Khusus kendaraan pribadi dari arah Selatan yang hendak masuk ke Jalan Kapten Mulyadi, tambahnya, dapat memilih jalur alternatif, baik ke arah Timur, Barat, ataupun Utara. Sejumlah rambu penunjuk arah sudah dipasang, agar lebih memudahkan pengguna jalan, terutama kendaraan pribadi untuk memilih jalur alternatif. Sedangkan di sepanjang jalan Slamet Riyadi mulai dari Bunderan Gladag hingga simpang empat Nonongan, dipasang barikade pemisah jalur, sebab ruas jalan ini biasanya digunakan untuk arus lalu lintas satu arah, dalam tiga hari ini diberlakukan dua arah.

Menjawab pertanyaan lokasi parkir bagi kendaraan jamaah, Baskoro menyebutkan,  sejumlah lokasi, diantaranya Beteng Vasternburg, Alun-alun Selatan, dan sebagian Alun-alun Utara. Meski ruas Jalan Kapten Mulyadi sepanjang sekitar 2 kilometer di tutup bagi arus lalu lintas, namun disterilkan dari aktivitas parkir. “Ruas Jalan Kapten Mulyadi hanya dialokasikan bagi aktivitas haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi dan pejalan kaki,” ujarnya.

Dishubkominfo menerjunkan sekitar 150 personal untuk mengamankan di sejumlah titik yang diprediksi rawan macet. Termasuk kawasan Pasar Darurat pedagang Klewer di kawasan Alun-alun Utara yang berdekatan dengan lokasi haul, jelas Baskoro, memperoleh perhatian tersendiri, sebab aktivitas pasar dan lalu lintas juga cukup tinggi.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: