Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi: Sejak Dulu, NU Ormas Pemersatu Bangsa

Sabtu, 26 November 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Jombang – Salah satu  peran dari Nahdlatul Ulama (NU), adalah mewujudkan negeri ini tetap kondusif  dalam keanekaragaman suku, agama, ras dan antargolongan. Sebab Indonesia memiliki potensi alam dan sumber daya manusia yang luar biasa.

“Tugas yang diemban para santri adalah mendorong kemajuan bangsa,” kata Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Pandangan tersebut disampaikan menteri saat membuka final Festival Sastra Religi Musabaqoh Hafalan Nadzom tingkat Jawa Timur di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Jombang, Kamis (24/`11).

Baginya, sumbangsih santri dapat dilakukan dengan memperkaya muatan moral. “Kemajuan sebuah bangsa juga ditopang dengan moral. Karena tanpa itu, perkembangan dan pengetahuannya akan menyakiti,” katanya di hadapan peserta dan undangan.

Sumbangsih santri dan NU bagi perbaikan negeri ini telah diakui sejarah. “Apalagi negara ini sedang dicoba, demikian pula ketika persatuan bangsa tengah menghadapi cobaan, maka NU bisa membuktikan sekaligus mengayomi,” terangnya. Karenanya, pemerintah dalam hal ini Presiden RI sangat mengapresiasi kiprah NU tersebut karena menjadi pemersatu negeri, lanjutnya.

Selanjutnya Bapak Eko mengajak para santri menyadari potensi yang dimilki bangsa ini. “Kita bangga karena sebagai bangsa dikaruniai banyak kelebihan,” katanya. Lahan tropis yang dimiliki Indonesia adalah terbesar di dunia. Demikian pula luas pantai merupakan yang terpanjang kedua di dunia. Belum lagi jumlah penduduk yang menempati 4 terbesar.

“Negara kita juga sebagai penganut demokrasi terbesar ketiga dunia,” katanya disambut tepuk tangan hadirin. Demikian pula Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia.

Dan Indonesia tercatat sebagai 16 kekuatan ekonomi terbesar dunia. “Dan diperkirakan tahun 2035 nanti akan jadi terbaik kelima di dunia,” tegasnya. Hal tersebut diingatkan Menteri Eko lantaran para generasi muda santri nantinya yang akan menjadi penentu bagi kemajuan bangsa ini.  Yang tidak aklah membanggakan adalah NU sebagai organisasi keagamaan dengan massa terbesar di dunia.

Tugas berat saat ini adalah bagaimana kebesaran yang ada tidak justru menjadi beban. “Kalau bisa, memberi contoh yang baik agar menjadi kebanggaan,” pesannya. Dengan kebesarannya, NU dan umat Islam mampu mengayomi serta memberikan contoh yang baik bagi Indonesia dan dunia.

Kepada para santri yang usianya masih belia tersebut, menteri Eko berharap mereka memiliki   cita-cita tinggi. “Cita-cita tinggi itu penting agar saat berbaur dengan masyarakat tidak menjadi alasan untuk tidak semangat, termasuk memajukan desa,” katanya.

Sekadar membandingkan, negara Swiss bisa jadi negara kaya walaupun tidak memiliki sumber daya alam yang memadai. “Dan desa kalau dikelola sumber dayanya dengan baik, maka akan jadi kekuatan yang sangat besar,” pesannya. Dia mengusulkan bagaimana desa dapat memiliki varian khusus sehingga benar-benar dapat diandalkan sebagai sumber penghidupan masyarakat, pungkasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: