Merawat Kebhinekaan dan Suarakan Perdamaian dalam Haul Gus Dur di Malang

Senin, 09 Januari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Malang – Dalam rangka mewujudkan refleksi dan semangat juang dalam menebarkan nilai utama KH Abdurrahman Wahid, Gusdurian Malang menggelar peringatan Haul Gus Dur yang ke-7, Jalan Tretes Selatan, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/1).

Acara yang mengambil tema “Merawat Kebhinekaan dan Menyuarakan Perdamaian di Sasana Krida Budaya” ini terdiri dari pra-acara dan acara inti. Pra-acara berupa Sayembara Menulis “Merawat Kebhinekaan Menyuarakan Perdamaian” yang diikuti oleh 27 peserta, dari 15 kota dan 5 provinsi.

Acara berlangsung dari pukul 15.00 WIB. Acara inti terdiri dari Pentas Rakyat, Orasi Budaya dan Doa Lintas Iman. Apresiasi seni akan dimeriahkan oleh Groups Vocal GKI Bromo, Tari dari Sanggar Cendikia, Tari Sekar Sari, Desa Kota Akustik, Jamaah Thoreqiyah, Barongsai Klenteng Eng Ang Kiong, Tari Sufi, Band Tuna Netra, Wayang Wolak Walik Lek Joem dan Arema Ker.

Sedangkan orator budayanya terdiri dari Mrs Charlotte Blackburn (from USA), Prof Joko Saryono, Bunshu Anton, Romo Yudho Asmoro, Eyang Wiwik dan Ki Ardhi. Dan ditutup doa lintas iman dari Islam, Nasrani, Hindu, Budha, Konghucu, Penghayat Kepercayaan dan Baha’i.

Ilmi Najib, Kordinator Gusdurian Malang menyatakan bahwa Haul KH Abdurrahman Wahid beritikad membangun sosial masyarakat yang memahami nilai keindonesiaan secara utuh, tidak memandang apa agamamu dan agamaku. Dari tema haul tahun ini, bersifat plural dan multikultur.

Harapannya, agar masyarakat kembali menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan di balik banyaknya radikalisasi global. “Kami GUSDURian Malang turut serta membuat pagar kekuatan masyarakat yang cinta perdamaian dalam menjaga keberagaman,” ujar Najib.

Pdt Kristanto Budiprabowo selaku Presidium Gusdurian Jawa Timur berpesan Haul Gus Dur selalu menjadi momen penting untuk meyakinkan, meneguhkan dan merayakan kebhinekaan serta menaburkan dan menyuarakan dengan lantang semangat perdamaian.

“Berdoa dan mengingat Gus Dur memberi semangat baru agar nilai-nilai keutamaan yang diajarkan beliau menjadi spirit baru bagi segenap anak bangsa ini untuk menjadi Indonesia seutuhnya,” tegasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: