Mudik Adalah Kebutuhan Fitrah, Tanda Cinta Terhadap Tanah Kelahiran

Selasa, 20 Juni 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Melalui Lembaga Takmir Masjid (LTM), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberangkatkan peserta Mudik Bareng PBNU pada Ahad (18/6) di halaman Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.

KH Abdul Manan Abdul Ghani selaku Ketua PBNU mengungkapkan momentum mudik sebagai bagian mengingat tanah kelahiran yang berarti tanda kecintaan kepada tanah air.

“Mudik ini kebutuhan fitrah, bahwa kita ingin kembali ke kampung halaman. Kampung halaman itu penting, tanah kita dilahirkan, tempat yang harus kita hormati. Bagian dari iman adalah cinta kepada tanah air,” papar Kiai Manan.

Ia menambahkan tidak bisa dipungkiri air mata kita akan menetes saat ingat akan tanah kelahiran dan tanah air.  Ia juga menegaskan, membantu perjalanan atau menyediakan biaya mudik, merupakan amal yang baik.

Sementara Ketua LTM KH Mansur Syaerozy mengungkapkan Mudik Bareng 2017 merupakan penyelenggaraan mudik ketujuh kali yang diadakan PBNU. Ia sedikit mengulas Mudik Bareng PBNU diawali tahun 2001 dengan 15 kendaraan bus.

“Alhadmulillah setiap tahun jumlah pemudik yang dapat diberangkatkan PBNU selalu bertambah. Tahun lalu ada 1800 pemudik. Dan tahun ini meningkat menjadi 2300 pemudik,” kata Kiai Mansur.

Selain jumlah pemudik yang meningkat pesat pada tahun ini, juga ada penambahan rute yang baru pertama kali disediakan, yakni tujuan Lampung.

Menurutnya Mudik Bareng NU selalu diminati. Ada beberapa kelompok yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Yaitu para mahasiswa atau mahasiswi yang kuliah di Jakarta, anak-anak muda yang baru bekerja, dan para pensiunan.

“Mereka adalah orang-orang yang cinta kepada NU,” kata Kiai Mansur.

Pelepasan Mudik Bareng PBNU ditandai dengan pengibaran bendera oleh Ketua PBNU KH Masudi Syuhud, Ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani, Direktur Kelembagaan Bank Mandiri Kartini Shely, dan Direktur 2 Pegadaian Dijono.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan dokumen data peserta Mudik Bareng PBNU 2017 dari Ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani kepada Direktur Kelembagaan Bank Mandiri Kartini Shely. (ISNU)

Sumber: NU Online

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: