Muslim Bali Rayakan Maulid Nabi Dengan Tradisi Bale Suji

bale-suji-di-kampung-kepaon-denpasar-peringati-maulid-nabi_640x420

Bale Suji di Kampung Kepaon Denpasar Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (24/12/2015). – Foto: Tribun Bali

Minggu, 3 Januari 2016

DENPASAR, ISLAMNUSANTARA.COM – Hari Maulid Nabi selalu disambut meriah oleh umat Islam. Seperti yang dilakukan oleh muslim yang mendiami Kampung Kepaon, Denpasar, Bali. Setiap tahun, masyarakat Kampung Islam Kepaon memperingati Maulid Nabi dengan menggelar pawai bale suji.

Riuh ramai diiringi suasana gembira warga Kampung Islam Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan dalam  merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah dengan tradisi bale suji.

Bale suji yang terdiri atas batang pohon pisang, telur, dan berbagai hiasan berupa bunga kertas oleh warga diarak keliling kampung Islam. Tradisi ini telah berusia sudah ratusan tahun.

“Keliling kampung sebagai ungkapan kegembiraan warga Kampung Islam Kepaon merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini rutin setiap tahun dilaksanakan sejak zaman nenek moyang kami dulu. Bale Suji artinya bale suci,” kata Padani, tokoh masyarakat Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Bali, Kamis, (24/12/2015).

Padani menjelaskan susunan inti bale suji berupa batang pisang dan telur. Batang pisang, kata dia, merupakan simbol tunas generasi muda di Kampung Islam Kepaon untuk terus melestarikan tradisi para pendahulu mereka.

“Yang membuat bale suji ini biasanya masyarakat yang tingkat perekonomiannya baik. Selain itu, ada juga yang masyarakat biasa menyerahkan telur tanpa bale suji, dengan bentuknya lebih kecil atau mereka tancapkan di bale suji masjid,” ujarnya

“Filosofi kelopak batang pisang lapisan-lapisan yang tua di luar, paling muda di dalam. Ini merupakan simbol para orang tua mengayomi yang muda di Kampung Islam Kepaon untuk kelanjutan tradisi ini,” ucap dia.

Sementara itu, Ishak yang juga tokoh masyarakat di Kampung Islam Kepaon mengatakan, telur dan buah-buahan 9 bale suji yang diarak ini dihias sedemikian rupa agar tampil menarik. Ishak menuturkan satu butir telur terdapat lima lapisan. Telur dimaknai sebagai simbol kelahiran dan tiap lapisannya sebagai simbol 5 rukun Islam, antara lain syahadat, salat, puasa, zakat, naik haji.

“Semuanya telur matang ditancapkan di batang pisang. Usai acara nanti telur akan dibagi-bagikan ke seluruh warga,” kata Ishak.

Usai pawai, bale suji tersebut diletakkan di depan pintu masuk Masjid Al Muhajirin. Selain itu beberapa rangkaian bunga kertas dan telur dipasang berjejer di antara umat Islam Kepaon sambil mengumandangkan syair-syair Al Barazanji di dalam masjid.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: