NASIHAT RAMADHAN BUAT MUSTOFA BISRI

NASIHAT RAMADHAN BUAT MUSTOFA BISRI

Oleh: KH.Ahmad Mustofa Bisri.

 

Ramadhan bulan suci katamu, kau menirukan ucapan Nabi atau kau telah merasakan sendiri kesuciannya melalui kesucianmu.

Tapi bukankah kau masih selalu menunda-nunda menyingkirkan kedengkian

keserakahan, ujub, riya, takabur dan sampah-sampah lainnya yang mampat dari comberan hatimu?

GGG

 

Mustofa,

Jujurlah kepada dirimu sendiri mengapa kau selalu mengatakan Ramadhan bulan ampunan

Apakah hanya menirukan Nabi atau dosa-dosamu dan harapanmu yang berlebihanlah yang menggerakkan lidahmu begitu.

 

Mustofa,

Ramadhan adalah bulan antara dirimu dan Tuhanmu

Darimu hanya untukNya dan Ia sendiri tak ada yang tahu apa yang akan dianugerahkanNya kepadamu

Semua yang khusus untukNya khusus untukmu.

 

Mustofa,

Ramadhan adalah bulanNya yang Ia serahkan padamu

Dan bulanmu serahkanlah semata-mata kepadaNya.

Bersucilah untukNya.

Bersalatlah untukNya.

Berpuasalah untukNya.

Berjuanglah melawan dirimu sendiri untukNya.

Sucikan kelaminmu. Berpuasalah.

Sucikan tanganmu. Berpuasalah.

Sucikan mulutmu. Berpuasalah.

Sucikan hidungmu. Berpuasalah.

Sucikan wajahmu. Berpuasalah.

Sucikan matamu. Berpuasalah.

Sucikan telingamu. Berpuasalah.

Sucikan rambutmu. Berpuasalah.

Sucikan kepalamu. Berpuasalah.

Sucikan kakimu.Berpuasalah.

Sucikan tubuhmu. Berpuasalah.

Sucikan hatimu. Sucikan pikiranmu. Berpuasalah.

Suci kan dirimu.

 

Mustofa,

Bukan perut yang lapar bukan tenggorokan yang kering yang mengingatkan kedaifan (kelemahan) dan melembutkan rasa.

Perut yang kosong dan tenggorokan yang kering ternyata hanya penunggu atau perebut kesempatan yang tak sabar atau terpaksa.

Barangkali lebih sabar sedikit dari mata, tangan, kaki, dan kelamin

Lebih tahan sedikit berpuasa

Tapi hanya kau yang tahu

Hasrat dikekang untuk apa dan untuk siapa.

Puasakan kelaminmu untuk memuasi Ridha

Puasakan tanganmu untuk menerima Kurnia

Puasakan mulutmu untuk merasai Firman

Puasakan hidungmu untuk menghirup Wangi

Puasakan wajahmu untuk menghadap Keelokan

Puasakan matamu untuk menatap Cahya

Puasakan telingamu untuk menangkap Merdu

Puasakan rambutmu untuk menyerap Belai

Puasakan kepalamu untuk menekan Sujud

Puasakan kakimu untuk menapak Sirãth

Puasakan tubuhmu untuk meresapi Rahmat

Puasakan hatimu untuk menikmati Hakikat

Puasakan pikiranmu untuk meyakini Kebenaran

Puasakan dirimu untuk menghayati Hidup

Tidak. Puasakan hasratmu hanya untuk Hadhirat Nya.

 

Mustofa,

Ramadhan bulan suci katamu, kau menirukan ucapan Nabi atau kau telah merasakan sendiri kesuciannya melalui kesucianmu.

Tapi bukankah kau masih selalu menunda-nunda menyingkirkan kedengkian

keserakahan, ujub, riya, takabur dan sampah-sampah lainnya yang mampat dari comberan hatimu?

 

Mustofa,

Inilah bulan baik saat baik untuk kerjabakti membersihkan hati.

Inilah bulan baik saat baik untuk merobohkan berhala dirimu

Yang secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi kau puja selama ini.

Atau akan kau lewatkan lagi kesempatan ini

seperti Ramadhan-Ramadhan yang lalu.

(ISNA) REMBANG, Sya’ban 1413 H.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: