NU Musuh Terbesar Ikhwanul Muslimin, Kenapa?

Senin, 25 Juli 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, JAKARTA – Sesudah baca status “Ikhwanul muslimin di seberang jendela” sebenarnya ada hal yang patut kita syukuri.

Besarnya Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Turki (juga Suriah), menyebabkan negara itu kacau. Meski caranya beda tetapi polanya tetap bisa terlihat. (Baca juga: Islam Nusantara Benteng Ampuh Hadapi Paham Radikal dan Ekstrimisme)

Bagaimana cara Ikhwanul Muslimin membangun sel-selnya ?

Mereka masuk melalui sekolah-sekolah, universitas-universitas membentuk kelompok keagamaan. Mereka masuk ke masjid-masjid, merebut dan menguasai masjid. Mereka menjadi pembicara di mimbar-mimbar Jum’at. Penguasa Mesir sempat hendak menjadikan shalat Jum’at dilangsungkan bersama di satu tempat dalam satu kota seperti di Iran, karena mimbar-mimbar Jum’at di masjid-masjid kecil itu menjadi ajang pengobaran semangat mereka.

Di Turki mereka memanfaatkan keinginan kuat Erdogan untuk terus berkuasa. Catat, Erdogan itu sudah berada di kursi kekuasaan selama 11 tahun menjadi PM dan masih haus menjadi Presiden. Karena itu mereka mendukung terus Erdogan untuk berkuasa supaya ikhwan-ikhwan mereka bisa masuk ke pemerintahan. Satu waktu, Erdogan akan mereka dongkel juga seperti halnya Hosni Mubarak di Mesir dan menaikkan orang mereka sendiri.

Mereka adalah orang-orang yang sabar dalam mewujudkan cita-citanya. Mereka menaikkan atau mendompleng orang-orang yang berkuasa dulu sebelum akhirnya berkuasa penuh. Selagi mereka dekat dengan pemerintahan, mereka mengumpulkan pundi-pundi untuk gerakan perjuangan mereka dengan berbagai cara (mirip dengan di Indonesia kan?). (Baca juga: Islam Nusantara Benteng Pertahanan di Indonesia)

Nah, di Mesir, Turki dan Suriah dipenuhi oleh orang-orang Islam yang moderat. Lebih banyak lagi Islam KTP atau sekedar beragama. Karena itu tidak ada yang bisa menahan laju perkembangan mereka. Yang KTP -biasanya mayoritas- merasa bahwa IM itulah Islam sebenarnya dikarenakan kegamangan mereka dan intensifnya IM mendekati mereka.

Beruntunglah kita karena kita punya Nahdlatul Ulama.

Adanya NU di Indonesia menjadi batu sandungan besar untuk perkembangan mereka. Beruntung juga bahwa amalan NU berbeda dengan mereka, sehingga ketika mereka ingin mengubah NU sesuai amalan mereka (tidak ada tahlilan, ziarah kubur dll) maka ada yang janggal dan mencurigakan. (Baca juga: Habib Lutfi : Islam Nusantara Benteng NKRI dari Gerakan Anti Nasionalisme)

Jalan satu-satunya mereka untuk menguasai NU adalah masuk ke dalam tubuh NU dan pecah dua mereka. Ketika NU sudah pecah, mereka akan menguasai NU dan melemahkannya dari dalam atau membenturkannya dgn pihak lain.

Jadi, jagalah NU karena mereka sekarang adalah benteng pertahanan kita.

Mereka (Ikhwanul muslimin) tidak takut pada pemerintah, karena mereka punya cara untuk menghadapi pemerintah ketika di hajar, yaitu playing victim atau bermain sebagai korban. Konsep di zolimi masih menjadi senjata ampuh mereka dengan menggunakan Islam sebagai cadarnya. Eh lupa kopinya sampe dingin… Seruput dulu ah. Jangan panas hati bacanya ya. (ISNU)

Sumber: DennySiregar

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: