NU Ormas Islam Terbaik Sedunia

Selasa, 23 Agustus 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, JAKARTA – Nahdlatul Ulama adalah ormas Islam yang didirikan sejak tahun 1926 dan ikut aktif dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan jumlah anggota yang mencapai 140 juta orang, NU menjadi ormas Islam yang terbesar di Indonesia bahkan terbesar di dunia (87,2% dari 209.120.000 jumlah penduduk Indonesia adalah beragama Islam dan Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia). (Baca juga: Islam Nusantara Benteng Ampuh Hadapi Paham Radikal dan Ekstrimisme)

NU ada Sejak Zaman Dulu

Untunglah NU adalah ormas Islam yang memiliki wawasan kebangsaan, toleran, bisa menghargai perbedaan dan keragaman, mendukung Pancasila dan teguh membela NKRI. Di tengah fakta bahwa masyarakat Indonesia bersifat plural, majemuk dengan multi etnis dan agama NU mampu tampil menjadi ormas penyejuk dan pemersatu umat. NU juga sangat menghormati para pemeluk agama dan kepercayaan yang lain. (Baca juga: Habib Lutfi : Islam Nusantara Benteng NKRI dari Gerakan Anti Nasionalisme)

Banser NU bahkan ikut menjaga gereja di saat malam Natal agar terhindar dari serangan bom teroris radikal Islam. Kita masih ingat kisah Riyanto, salah seorang anggota Banser NU Mojokerto yang syahid terkena bom saat ditugaskan GP Anshor membantu polisi mengamankan perayaan Natal pada 24 Desember 2000 silam. (Baca juga: NU Musuh Terbesar Ikhwanul Muslimin, Kenapa?)

NU Dicintai

Tapi karena sifat humanis, plural dan toleransinya ini NU justru dihina dan dilecehkan oleh ormas Islam kemarin sore yang tidak pernah ikut berjuang membela bangsa yang diimport dari ideologi perang ala Timur Tengah dengan sebutan Nipu Umat (NU), JIN (Jamaah Islam Nusantara) dan ANUS (Aliran Nusantara). Dan yang menghina ini sering teriak anti asing padahal dia keturunan orang asing pula. Kemana-mana selalu pakai jubah agama tapi kelakuan tidak lebih baik dari preman. (Baca juga: Takfirisme Ancaman Kedaulatan NKRI)

Tapi untunglah Indonesia punya NU yang akan selalu membentengi Indonesia dari ideologi radikal, barbar dan primitif seperti itu. Jika tidak maka Indonesia pasti akan bernasib sama seperti Afghanistan, Pakistan, Irak, Mesir, Suriah dan Negara-negara lain yang selalu dirundung oleh konflik agama dan politik yang berkepanjangan.

Terima kasih KH. Hasyim Asyari. Karena jasamu Indonesia tidak berubah menjadi Indonistan. (ISNU)

Sumber: Akun Facebook Mohammad Zazuli

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: