Pancasila Adalah Alat Perekat Perbedaan

Sabtu, 13 Agustus 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, JAKARTA – Radikalisme dan ekstrimisme adalah musuh kemanusiaan, Negara dan bangsa karena keduanya merusak sendi-sendi Ketuhanan dan menjadikan Kejahatan sebagai Tuhannya. Sebuah Negara akan aman dari keduanya jika rakyat dan pemerintah dan elemen yang ada bersatu, lantas alat apa yang dapat memerangi keduanya? Jika di Indonesia Pancasila adalah Alat perekat perbedaan apapun, kembali kepada nasionalisme adalah cara tepat untuk melawan keduanya.

Kehidupan Teroris adalah kelompok kecil yang punya kesadaran ideologi sendiri yaitu ideologi ekstremis. Kelompok ini dianggap sulit untuk diajak kompromi, apalagi disadarkan. Mereka lebih percaya dengan ideologi kekerasan yang didapatnya dari dunia luar.

Berita Terkait:

21 Wejangan Habib Lutfi bin Yahya Tentang Pancasila dan Nasionalisme

Kyai Said: Agama dan Nasionalisme Penjaga Eksistensi Negara

Atas dasar itu peran tokoh keagamaan sangat diperlukan dalam penanggulangan terorisme. Para tokoh keagamaan bisa menciptakan suasana saling menerima antar berbagai unsur yang ada di Indonesia.

“Saya dan para tokoh sering berdialog antar agama, tapi tidak berdampak langsung dalam penanggulangan terorisme di Indonesia,” ujar rohaniawan Katolik, Franz Magnis Suseno, Jumat (12/8/2016).

Secara terpisah Pembantu Rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Waryono Abdul Ghofur mengatakan, masyarakat tidak bisa melepaskan perbedaan agama dan keyakinan di Indonesia.

Bahkan, kata dia, perbedaan menjadi bahan yang kuat membangun kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia mengibaratkan perbedaan seperti bahan bangunan yang terdiri dari batu bata, semen kapur, paku, kayu di mana semuanya merupakan komponen yang harus menyatu.

Menurutnya, Pancasila adalah terbaik dan mampu mengikat semua perbedaan untuk melawan radikalisme. “Batu biarlah menjadi batu, semen biarlah menjadi semen. Tapi kita kita diikat oleh Pancasila. Itu bangunan keindonesiaan. Jadi anak-anak kita, dan masyarakat yang banyak diterpa semangat radikal perlu disadarkan akan hal itu,” ucapnya. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: