Para Pemuda Ini Rela Datang ke PBNU untuk Kopdar Dakwah di Medsos

Selasa, 08 Agustus 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menggelar workshop Dai Cyber Media pada Sabtu dan Ahad (5-6/8). Acara yang berlangsung di gedung PBNU ini, dihadiri para pemuda NU yang berkecimpung di bidang internet marketing (IM).

Awalnya mereka para pemuda itu tidak saling mengenal. Mereka hanya berteman di media sosial Facebook. Karena merasa memiliki latar belakang yang sama, yakni sebagai santri dan internet marketer, akhirnya memutuskan untuk kopdar (kopi darat) sekaligus membuat workshop bekerja sama dengan LD PBNU.

Menurut Ketua Panitia Workshop, M. Imaduddin, para pemuda itu datang dari berbagai wilayah di Indonesia atas inisiatif sendiri.

“Mereka datang dari seluruh Indonesia, ada yang dari Pontianak, Makassar, Palembang, dan berangkat atas inisiatif sendiri atau ongkos pribadi,” kata Wakil Sekretaris LD-PBNU itu.

Baldanur Baharuddin dan M. Yudha Eka Prastya adalah peserta yang datang dari luar Jawa. Jarak jauh tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk bergabung dengan 60an pemuda Nahdliyin lain pada workshop tersebut.

Menurut Baldan, motivasi yang membuat ia rela datang dari Makassar adalah karena merasa sudah muak dengan konten-konten provokatif di sosial media yang cenderung menyerang NU.

“Saya kira semua teman-teman sama. Dilatarbelakangi oleh kepedulian. Mereka sudah muak dengan berbagai macam konten provokatif di sosmed yang cenderung menyerang NU. Kebetulan teman-teman yang tergabung dalam IMNU ini kan mantan-mantan santri semua,” kata pria 31 tahun itu.

Senada dengan hal itu, Yudha (24) yang berasal dari Pontianak mengaku bahwa rasa cinta pada NU-lah yang mendorong ia untuk datang ke acara workshop tersebut.

“Motivasi utama saya adalah kecintaan pada NU. Sekarang banyak media-media yang menyerang NU. Jadi perkumpulan kita kan internet marketing, jadi, ya dibutuhkanlah. Kalau bukan kita, orang NU sendiri nggak kumpul, ya, siapa lagi?” ujarnya.

Baldan juga mengatakan bahwa ia merasa terpanggil untuk berjuang dalam akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Jadi, sebenarnya bukan cuma NU saja. Artinya kita berjuang untuk akidah Ahlussunah wal Jama’ah. Tapi karena NU adalah wadah bagi kaum Aswaja, jadi ya saya di sini.”

Dengan latar belakang sebagai internet marketer, Yudha dan Baldan berharap dapat berkontribusi dalam dakwah di sosial media.

“Dari interet marketing, terutamanya bisa untuk optimasi sosial media. Jadi selama ini kita menggunakan sosial media selain dipakai cari duit, ya, untuk membantu dakwah,” kata Baldan.

Harapan Baldan dan Yudha pada para pemuda Nahdliyin adalah supaya sadar bahwa masyarakat sekarang kebanyakan ‘berkumpul’ di internet dan menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah. Selain itu, jangan hanya menjadi silent reader, tapi sudah saatnya bersuara sebagai tindakan nyata. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: