Patut Dicontoh!! Kampung Toleransi di Gang Kecil Bandung

Selasa, 30 Mei 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Bandung – Salah satu tempat yang penuh keberagaman dan toleransi yang patut dicontoh adalah Gang Ruhana, Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung,.

Pasalnya, di gang sempit itu berdiri Vihara Girimetta sejak 1946 silam. Vihara itu milik Wong Yung Lin yang kini dilanjutkan generasi ketujuhnya, Koh Ahoy (62). Di depan tempat beribadah umat Budha itu, berdiri Masjid Al Amanah. Masjid tersebut sebenarnya sudah direncanakan tahun 1980-an, namun baru bisa terealisasi 2014 lalu.

Saat merdeka.com, menyambangi lokasi kebetulan umat muslim akan menunaikan ibadah salat Jumat. Hebatnya, jika masjid akan melaksanakan ibadah, vihara akan tutup sementara untuk menghargai umat muslim beribadah.

“Ya begini situasinya kalau di sini. Ini kan mau salat Jumat, vihara-nya sementara waktu tutup. Begitu juga kalau ada kegiatan di Vihara, kita harus bisa saling menghargai,” jelas Bani (60) pengurus DKM Al Amanah saat ditemui merdeka.com, beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan, ketika tahun baru Imlek 2567 atau pada 2016 lalu yang jatuh pada hari Jumat, setiap vihara pasti disibukkan dengan umat Budha yang ingin sembahyang. Aktivitas itu berlangsung mulai pagi sampai malam hari.

Warga umat muslim tidak pernah melarang atau mengganggu kemeriahan yang ingin disuguhkan pihak vihara. Seperti, akses menuju vihara yang pasti melintasi masjid dipersilakan untuk dihiasi lampion sebagai khas Imlek.

“Di situ dipersilakan untuk memasang hiasan. Tapi dulu waktu imlek jatuhnya hari Jumat. Orang muslim yang mau ibadah salat Jumat, vihara berhenti dulu mulai 11.30 WIB dan baru mulai dibuka lagi sekitar 13.30 WIB siang,” tutur Bani yang sudah puluhan tahun menjadi warga setempat.

Kelurahan Paledang, khususnya di RT02/RW02 Kecamatan Lengkong, Kota Bandung sebenarnya lebih didominasi warga muslim non muslim. Bisa dikatakan, kata 25 persen warga di situ beragama Islam, sedangkan 75 persennya warga beragama Kristen dan Budha.

“Tapi kita tidak pernah bersinggungan. Tidak pernah ada perdebatan. Masjid yang dibangun lebih muda dari vihara tidak pernah ada penolakan, bahkan disambut baik banyak warga,” jelas istri Bani, Mimin Aminah (52). Mimin juga kini merupakan pengurus DKM Al Amanah di bidang seksi sosial.

Sementara itu, Koh Ahoy mengaku tak pernah ada penolakan dari jemaah Vihara saat warga Gang Ruhana akan mendirikan masjid. Menurut dia, semakin banyak rumah ibadah maka pondasi keimanan seseorang akan semakin kuat.

“Malah saya mendukung ada masjid di sini. Sekarang saya senang makin banyak orang beribadah meski yang satu datang ke vihara, yang satu datang ke masjid,” kata Koh Ahoy

Untuk mencapai ke lokasi ‘kampung toleransi’ itu sebenarnya begitu mudah dijangkau dari pusat Kota Bandung. Lokasinya tidak jauh dari jalan utama kota, yakni Lengkong Kecil. Dari sana warga setempat banyak mengetahui posisi Gang Ruhana. Setiba di lokasi papan petunjuk Masjid dan Madrasah Al-Amanah terlihat mencolok.

Dari mulut gang, lokasinya hanya sekitar 50 meter. Menyusuri gang tersebut kita akan dibuat terkesan dengan beberapa lukisan mural berwarna-warni. Kiri kanan jalan dihiasi pot bunga sehingga terlihat asri. Lingkungannya begitu bersih.

Alhamdulillah, semoga toleransi di Gang Ruhana tetap terjaga.. (ISNU)

Sumber: Muslimoderat

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: