PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina

PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi PalestinaKetua PBNU H Slamet Effendy Yusuf mengapresiasi dibahasnya isu kemerdekaan Pelestina dalam peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung akhir April ini.

“Adanya deklarasi soal Pelestina sudah tepat. Kali ini mestinya peringatan ini bisa membuat tuntutan yang lebih konkret, termasuk peta jalan penyelesaiannya dan ini harus adil. Memberi keadilan bagi rakyat Palestina dan keadilan bagi rakyat Israel,” katanya di gedung PBNU, Senin.

Menurutnya, penyelesaian adil adalah pengakuan adanya dua negara, Palestina dan Israel berdasarkan wilayah sebelum perang 1967. “Dan tekanan internasional melalui KAA ini harus efektif, termasuk seharusnya bisa menekan backing Israel, yaitu Amerika Serikat yang membiarkan apa saja polah Israel,” tambahnya.

Dua isu strategis soal Palestina adalah pencaplokan wilayah Palestina untuk pemukiman bagi orang Israel dari mana saja di dunia yang mau bermukin disana. Dan kedua, tembok pembatas yang membatasi pergerakan dalam wilayah tersebut.

“Jadi, saya kira ini harus ada tekanan politik yang nyata kepada Israel dan Amerika Serikat,” tegasnya.

Di luar masalah Palestina, peringatan KAA ini juga harus memberi perhatian terhadap konflik internal di negara Asia Afrika yang berpotensi memecah belah bangsa akibat oleh konflik domestik. Tetapi ini tidak bisa dipahami semata-mata domestik karena ada faktor campur tangan asing.

Ia menginatkan, dulu KAA berhasil melahirkan kekuatan anti kolonial yang luar biasa. Sekarang, muncul apa yang disebut neo kolonialisme, dan ini bukan main dahsyatnya. “Sekarang saatnya membuat pernyataan baru melawan neo kolonialisme dan menginginkan kehidupan yang seimbang,” jelasnya.

Untuk bisa sukses ini, negara-negara Asia dan Afrika harus mengurangi perbedaan, misalnya antara China dan negara tetangganya. Di Afrika juga begitu, baik konflik antar negara atau konflik internal.

“Karena itu, saya mengusulkan kelompok kerja yang memantau pelaksanaan dari KAA ini. Jadi harus ditunjuk beberapa negara dari Asia dan Afrika, untuk mengontrol atau mengingatkan kalau ada deviasi dari tujuan yang telah ditetapkan,” tandasnya.

“Sekarang saatnya negara Asia Afrika untuk bisa menciptakan keadilan dan kesejahtaraan bagi kawasan Asia Afrika ini yang merupakan masa depan peradaban dunia,” imbuhnya. (mukafi niam)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: