PBNU Gelar Rakernas II, Seluruh Lembaga dan Banom NU Sinergikan Program

Sabtu, 19 November 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali digelar di auditorium Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (19/11). Forum tahunan ini dihadiri oleh seluruh lembaga dan badan otonom tingkat pusat di lingkungan NU.

Rakernas dibuka Rais ‘Aam PBNU pagi ini dan akan dilanjutkan dengan tiga sidang pleno hingga tengah malam nanti. Sidang-sidang tersebut menjadi ajang pemaparan rencana satuan kegiatan (RSK) masing-masing Lembaga dan Badan Otonom NU.

H Umarsyah, koordinator pelaksana acara ini mengatakan, pihaknya mengundang 18 lembaga dan 14 Banom NU. Masing-masing diwakili setidaknya oleh tiga utusan yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.  Selama rakernas kedua dalam kepengurusan PBNU periode 2015-2020 ini, mereka akan menyinergikan dan menetapkan RSK.

Sebagai pembuka, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan arah-arah perjuangan NU yang meliputi dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sektor-sektor lain untuk kemaslahatan umat.

Terkait rakernas, menurutnya forum internal organisasi ini termasuk produk kemajuan dari Muktamar ke-33 NU di Jombang, yang belum dihasilkan oleh muktamar-muktamar sebelumnya. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU hasil perubahan mutakhir mengamanatkan, rakernas diadakan satu kali dalam setahun.

“Rakernas membicarakan perencanaan, penjabaran dan pengendalian operasional keputusan-keputusan Muktamar. Jadi rakernas menyangkut apa yang hendak kita rencanakan ke depan, sementara rapat pleno lebih kepada evaluasi,” tuturnya.

Pantia Rakernas II juga menjadwalkan sesi diskusi bertema “Arsitektur Keuangan Indonesia Pasca Tax-Amnesty” dan “Pemberdayaan Ekonomi Rakyat melalui Kemitraan Ekonomi Bisnis Swasta”. Narasumber yang hadir antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Forum rakernas dihadiri segenap pengurus harian tanfidziyah dan syuriyah PBNU, serta pengurus harian lembaga dan badan otonom NU. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: