Pemuda Sidoarjo Deklarasikan Peneguhan Nilai-nilai Kerukunan Antar Umat Beragama

Senin, 04 Desember 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Sidoarjo – Deklarasi pemuda untuk kerukunan antar umat beragama menutup kegiatan Gerakan Membaca Kitab Suci di Kabupaten Sidoarjo di Alun-alun Sidoarjo (2/12). Deklarasi ini melibatkan ratusan pemuda dari berbagai lintas agama.

Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda Kemenpora Esa Sukmawijaya mengatakan Deklarasi yang bagian dari kegiatan Kirab Pemuda 2017 ini merupakan wujud nyata peran pemuda dalam menjaga kerukunan dan semangat toleransi di Sidoarjo.

“Semangat toleransi dan kebersamaan dalam berbagai perbedaan kita jaga dan terus kita tumbuhkan. Salah satunya dengan kegiatan deklarasi ini,” terang Esa.

Esa menambahkan Gerakan Membaca Kitab Suci sendiri yang merupakan salah satu inti dari rangkaian Kirab Pemuda bertujuan untuk meningkatkan partisipasi anak muda dalam kegiatan keagamaan sesuai ajaran agama masing masing.

“GPMKS, menanamkan sisi spiritual dan harmonisasi kepada para pemuda agar senantiasa menghormati dan memahami ajaran agama masing-masing,” ujarnya.

Esa berharap kegiatan ini bisa merajut kebersamaan dan membangun kesadaran kolektif untuk untuk Indonesia yang lebih baik melalui penguatan keyakinan agama masing-masing dalam bingkai NKRI yang senantiasa dijiwai dengan nilai-nilai religius.

Peserta Kirab 2017 zona II sendiri singgah di Sidoarjo selama tiga hari, (1-3/12). Selama di Sidoarjo peserta kirab melakukan berbagai kegiatan positif seperti bakti sosial, pawai olahraga tradisional, Gerakan Membaca Kitab Suci,  serta diskusi kekinian tentang “Generasi Milenials dan Media Sosial”

Kirab Pemuda 2017 melibatkan 72 peserta terpilih yang terdiri dari 34 pria dan 34 wanita dari 34 provinsi di Idonesia. Kirab Pemuda dibagi menjadi dua zona. Zona I bergerak dari Miangas, menuju Sabang (Nangroe Aceh Darussalam), menyusuri kabupaten/kota yang ada di wilayah barat.

Zona 2 bergerak dari Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur) menuju Merauke dan kabupaten/kota yang ada di wilayah timur Indonesia. Kedua grup itu akan berkumpul di titik temu di Kabupaten Jombang pada 4 Desember, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan bersama menuju tempat puncak acara di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 5-7 Desember 2017. (ISNU)

Sumber: Kompas.com

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: