Pendeta GKJW Jombang: Perlu Banyak Sosok untuk Implementasikan Gagasan Gus Dur

Minggu, 24 Juni 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jombang – Pendeta Suyono dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang menyampaikan kondisi Indonesia saat ini memerlukan sebanyak mungkin sosok yang bisa mengimplementasikan gagasan dan pikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hanya dengan cara ini, bangsa Indonesia bisa merawat kemajemukannya.

“GKJW Jombang secara institusi selalu terbuka bagi siapa pun dan berusaha mengambil inisiatif untuk memperkuat kebinekaan,” kata Pendeta Suyono saat menyambut puluhan pemuda Muslim dari Gusdurian Sumenep yang melakukan kunjungan dan dialog di GKJW Jombang, Jawa Timur, Kamis (21/6).

Menurutnya Kabupaten Jombang merupakan salah satu contoh bagaimana keragaman dirawat dengan baik. “Jombang ini mengklaim dirinya sebagai Kota Santri namun cukup banyak gereja di sini. Jumlahnya sekitar seratusan. Kami hidup berdampingan, saling menjaga dan menghormati,” tutur pendeta yang baru bertugas November lalu.

Hal ini dibenarkan Ketua Gusdurian Jombang, Aan Anshori saat memberikan pemantapan dalam forum tersebut. Pengajar Kelas Pemikiran Gus Dur ini mengapresiasi peserta yang tidak alergi datang ke gereja. “Tidak mungkin kita mengaku bersaudara kalau tidak saling bersilaturahmi. Nah banyak orang yang belum berani masuk ke gereja,” kata mantan aktivis PMII Jombang ini.

Padahal, menurut Aan, keengganan mengenal kelompok yang berbeda seringkali mendorong naiknya kadar intoleransi dan memicu gesekan. Menurutnya kunci aktifisme Gus Dur terletak pada silaturahim.

“Bagi hampir seluruh peserta, kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya. Pengalaman pertama masuk gereja dan makan suguhan orang Kristen,” tegas Aan.

Dialog dan silaturahim dengan GKJW Jombang tersebut menjadi hal istimewa mengingat kebanyakan masyarakat saat ini masih menikmati liburan Idul Fitri, namun pemuda Sumenep justru belajar toleransi dan gagasan Gus Dur di Jombang.

Kedatangan rombongan menggunakan dua mobil dan menempuh perjalanan berjam-jam. Rombongan juga berziarah ke makam Gus Dur di komplek Pondok Pesantren Tebuireng.

“Kami sangat menghormati Gus Dur dan berkeinginan melanjutkan gagasan humanismenya. Kami ingin belajar dari Jombang,” kata Fairozi, pimpinan rombongan yang sekaligus ketua Gusdurian Sumenep. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: