Peneliti Wahid Institut: Kebencian Faktor Intoleransi

Rabu, 15 Agustus 2018

ISLAMNUSANTARA.COM – Intoleransi menjadi salah satu tantangan yang terus menerus dihadapi bangsa Indonesia sampai mutakhir ini. Meskipun sikap intoleran bukan cerminan dari masyarakat Indonesia yang sesungguhnya, namun sebagian kecil kelompok yang menampilkan sikap intoleran membuat wajah Indonesia yang dikenal ramah dan toleran sedikit ternodai. Karena itu, sikap intoleran merupakan musuh bersama yang harus kita musnahkan sampai ke akar-akarnya.

Menurut peneliti senior The Wahid Institut, Alamsyah M. Ja’far, intoleransi muncul karena beberapa faktor, namun faktor yang lebih dominan karena kebencian yang berlebihan tanpa memverifikasi kebenaran atas suatu hal yang dibenci itu. Kebencian muncul dari prasangka buruk yang sebenarnya belum tentu dugaan itu benar. Maka dari itu, sikap tabayyun adalah langkah tepat untuk meredam kebencian.

“Setelah diuji, faktor utama dari intoleransi adalah kebencian atau hatred terhadap kelompok tertentu,” kata Alamsyah M Ja’far dalam diskusi di Sekretariat Islam Nusantara Center (INC), Ciputat, Tangerang Selatan (11/8).

Dalam pandangan Alam, banyak orang membenci kelompok lain karena mereka belum tahu betul latar belakang dan informasi yang valid tentang kelompok itu. “Kenapa sekarang banyak orang yang benci terhadap Komunis atau PKI dan Yahudi? Padahal mereka belum pernah tatap muka dan bertemu,” katanya.

Karena itu, ia menyarankan agar sebelum memberi tuduhan-tuduhan negatif, alangkah baiknya memperbanyak komunikasi dan menggali informasi yang akurat tentang komunitas yang lain. “Jika mereka sudah bertemu, mungkin kebencian berkurang. Maka perjumpaan penting sekali untuk mengurangi bias-bias yang ada,” jelas penulis buku (In) Toleransi dan Kekerasan Atas Nama Agama itu. (ISNU)

Sumber: Islam Ramah

No Responses

Tinggalkan Balasan