Pengasuh Ponpes Lirboyo: Dakwah dengan Menghujat Bukan Ajaran Nabi

Minggu, 10 Juni 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Kediri – Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH Abdullah Kafabihi Mahrus mengatakan bahwa keagungan agama Islam terletak pada substansi ajarannya, yaitu meninggikan akhlak. Orang yang berilmu tanpa memiliki akhlak mulia ibarat menanam tanaman yang tidak bisa dinikmati buahnya. Oleh karena itu, akhlak memiliki kedudukan sentral dalam dakwah Islam, karena sejatinya Islam hadir untuk menyempurnakan akhlak setiap manusia.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Mahrus dalam peringatan Haflah Akhirussanah Ponpes Lirboyo 1439 H (24/04) lalu. Kiai Mahrus mengingatkan agar umat Islam senantiasa mengedepankan akhlak walaupun telah memiliki bekal pengetahuan yang tinggi. kejayaan Islam bisa tercapai jika mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi disertai akhlak yang baik.

“Keluhuran Islam dan kejayaan Islam ada hubungan dengan pesantren. Kalau pesantren lemah Islam lemah. Kalau pesantren kuat Islam pun kuat. Sebab pesantren itu lembut, tidak radikal,”  ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia Kediri itu.

Kiai yang pernah menjadi Katib Syuriah Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) tersebut mengisahkan saat Aisyah seorang istri Rasulullah dengan nada kasar menjawab salam dari seorang Yahudi. Maka melihat kejadian itu, Rasulullah menegur Aisyah agar tetap memperlakukannya dengan penuh kelembutan.

“Pernah Siti Aisyah menjawab kepada orang Yahudi yang menyalami Baginda Nabi SAW dengan keras. Karena jawaban keras Siti Aisyah ini Baginda Nabi SAW menegurnya,  Aisyah, sungguh Allah Dzat yang lembut, suka kelembutan.” terang Kiai yang juga Rektor Institut Agama Islam Tribakti Kediri tersebut.

Kiai Kafabihi Mahrus menegaskan, dakwah yang muatannya penuh dengan hujatan dan caci maki bukanlah cerminan dakwah yang dicontohkan Rasulullah. Rasulullah dalam dakwahnya selalu menyampaikan dengan penuh kesantunan serta muatan dakwahnya berisi ajakan untuk menciptakan perdamaian.

“Jadi dakwah dengan menghujat, bukan dakwah Baginda Nabi Saw. Kalau dakwah dengan keras orang yang di sekitarnya bubar. Jadi ciri khas pesantren adalah lemah lembut. Jadi Islam itu dakwah dengan lemah lembut yang disebarkan oleh para ulama dan para wali,” pungkas kiai yang tinggal di Kediri tersebut.  (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: