Perangi Radikalisme, Ulama Al Azhar Perluas Media Dakwah Hingga ke Stasiun Kereta Api

Rabu, 09 Agustus 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Kairo  – Demi memberi pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin serta memberi semangat memerangi radikalisme dan terorisme, Ulama dari Universitas AlAzhar mendirikan kios tanya jawab masalah agama di salah satu stasiun kereta di ibu kota Mesir, Kairo.

Sehingga pengguna stasiun Shohadaa pun bisa bertanya langsung tentang apa saja, mulai dari tata cara beribadah, perkawinan, perceraian, hingga bagaimana mengatasi paham radikal.

“Kami ingin membantu masyarakat. Mereka bisa menghemat waktu dan tenaga dengan datang ke meja kami di stasiun ini,” kata Saeed Amer, wakil sekjen Al Azhar yang membidangi fatwa kepada kantor berita Reuters.

Sejak dibuka sekitar dua pekan lalu, tim ulama dari Universitas Al Azhar mencatat tak kurang dari 2.000 orang memanfaatkan kios tanya jawab. Sejumlah kalangan menyambut baik upaya ulama untuk menjangkau lebih banyak warga masyarakat.

Namun ada juga yang tak setuju dengan langkah tim ulama dari Al Azhar. “Ini membuktikan mereka (Al Azhar) memang terpisah dengan realitas di lapangan,” kata anggota parlemen, Mohamed Abu Hamed, kepada Reuters.

Ia menjelaskan bahwa sejak empat tahun lalu, dirinya sudah meminta dilakukan reformasi terhadap Al Azhar, institusi Islam yang berusia 1.000 tahun. “Harus ada perubahan retorika keagamaan. Tapi yang dilakukan hanya mendirikan kios (tanya jawab) seperti ini,” kata Hamed.

Para ulama Al Azhar dikatakan gagal melakukan modernisasi diskursus keagamaan di tengah meningkatnya ancaman paham radikal di Mesir.

Diketahui, milisi kelompok Islam radikal melancarkan perlawanan di Semenanjung Sinai dan menewaskan ratusan tentara dan polisi Mesir sejak 2013. Kelompok radikal juga melancarkan serangan, menyasar pemeluk Kristen dan para wisatawan.

Pada 2015 Presiden Abdel Fatah al-Sisi menyerukan agar Al Azhar memperbarui penyampaian ajaran agama, terutama yang diperuntukkan untuk anak-anak muda agar tidak tergoda atau terjebak ke kelompok-kelompok yang mengusung ideologi radikal.

Al Azhar kemudian membentuk tim khusus yang memantau konten radikal di media sosial. Mereka juga menerbitkan buku untuk menangkal radikalisme. Kios tanya jawab di stasiun Shohadaa adalah langkah terbaru mereka.  (ISNU)

Sumber: Duta.co

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: