Persiapan Kepanitiaan Multaqa Ulama al-Azhar Internasional di NTB

Kamis, 01 Desember 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, NTB – Multaqa Ulama Al-Azhar Internasional rencananya akan digelar pada bulan April 2017 mendatang oleh Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah (FKAT) NTB, sebagai kepanjangan tangan IAAI Indonesia di Nusa Tenggara Barat.  Pada penghujung bulan November kemaren, rombongan FKAT yang di nahkodai oleh Dr. Rubai Ahmad Munawar menemui Sekjen IAAI Indonesia, Dr. Muchlis M. Hanafi di kantor LPMA Kemenag RI, Taman Mini Indonesia Indah untuk kondsolidasi terkait persiapan acara tersebut.

Sebagai tuan rumah, sebagaimana dipaparkan oleh Dr. Rubai, Nusa Tenggara Barat telah melakukan persiapan-persiapan guna menyukseskan helatan akbar tersebut.  Persiapan tersebut tidak hanya pada internal keluarga besar alumni Al-Azhar di NTB akan tetapi telah diselaraskan dengan program kerja Pemerintah Daerah NTB yang dinahkodai oleh Wakil Ketua IAAI Indonesia, Dr. Zainul Majdi. Menurut Dr. Rubai, yang juga diamini oleh Dr. Muchlis, bahwa Pemprov NTB antusias menyambut agenda besar ini dan berkomitmen untuk membantu menyukseskannya.

Dengan target 300 peserta yang akan diundang baik dalam dan luar negeri, dalam lima bulan kedepan, panitia dibebani serangkain tentatif persiapan. Sementara ini panitia telah mengajukan proposal kegiatan kepada beberapa lembaga baik swasta maupun instansi pemerintah. Kedepan persiapan-persiapan seperti akomodasi, transportasi lokal bagi 300 peserta selama empat hari di NTB, dan tiket transportasi domestik dan internasional menjadi perhatian utama.

Dari 300 peserta yang diharapkan, 100 dintaranya adalah peserta dari luar negeri termasuk di dalamnya rombongan dari Al-Azhar, perwakilan Ulama Al-Azhar seluruh dunia, dan Cabang-cabang IAAI di negara ASEAN. Adapun dari peserta Indonesia, panitia menargetkan 150 ulama Al-Azhar dari 34 provinsi dapat dihadirkan bersama tokoh-tokoh organisasi Islam yang konsen terhadap fikrah wasathiyah. Meski demikian panitia membuka peluang bagi alumni-alumni al-Azhar untuk dapat hadir melalui biaya mandiri dalam helatan akbar guna merapatkan barisan ulama al-Azhar seluruh dunia tersebut. (ISNU).

Sumber: Waag-azhar.co.id

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: