Pesan Penting Jokowi Saat Hadiri Perayaan Natal Nasional 2016; Kita Semua Bersaudara

Rabu, 28 Desember 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Minahasa – Karena kita saudara, marilah kita saling tolong menolong, saling bantu membantu, saling hormat menghormati, saling menghargai, saling melindungi, dan saling mengayomi di antara kita. Karena kita sebetulnya adalah saudara, saudara sebangsa dan saudara se-Tanah Air. Jangan lupakan itu.

Demikian disampaikan Presiden RI Joko Widodo Widodo saat menghadiri perayaan Natal Nasional tahun 2016 di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara , Selasa (27/12).

Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Presiden Jokowi yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko, mengingatkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia adalah bersaudara.

Pada saat yang sama, Presiden berharap sebaran kebencian, hasutan, fitnah, caci maki, dan semacamnya dihentikan. Sebab menurutnya, bila hal tersebut terus terjadi, Bangsa Indonesia akan kehilangan identitas dan menjadi bangsa yang lemah.

“Apabila itu diteruskan, bangsa kita akan menjadi bangsa yang lemah dan pesimis. Kita tidak mau itu terjadi. Kita harus menjadi bangsa pekerja keras, bangsa yang optimis, dan bangsa pemenang. Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang tidak produktif,” ujarnya.

Menurut Presiden, Natal harus membawa perubahan sikap yang mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Di tengah kompetisi global, diperlukan sinergi dan gandeng tangan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi persaingan keras tersebut.

“Dibutuhkan insan Indonesia yang mau bekerja keras, mandiri, berjiwa merdeka, jujur, adil, dan cinta sesama. Musuh kita sebenarnya adalah kemiskinan, ketimpangan antara kaya dan miskin, ketimpangan antarwilayah, dan juga korupsi. Itulah musuh kita sebenarnya,” tambahnya.

Presiden mengajak Umat Kristiani untuk bersyukur karena dapat merayakan Natal di tengah keberagaman. Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika lah yang memungkinkan segala keberagaman tersebut menjadi bersatu padu.

“Kita bersyukur bahwa kita merayakan Natal dalam keluarga besar bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam agama, bermacam-macam suku, bermacam-bermacam tradisi, dan bermacam-macam latar belakang politik, namun tetap kita disatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Presiden.

Mengakhiri sambutannya, Presiden menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Ia berharap agar umat Kristiani di Indonesia dapat bersama-sama dengan pemerintah bergandeng tangan menjadikan Indonesia yang lebih jujur, adil, dan sejahtera.

“Selamat Hari Natal Tahun 2016 bagi seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia, di seluruh Tanah Air, dan Selamat Tahun Baru 2017,” tutupnya.

Hadir dalam perayaan Natal Nasional kali ini, Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua MPR E.E. Mangindaan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Tampak hadir juga, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BKPM Thomas Lembong, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan sejumlah duta besar negara sahabat. (ISNU)

Sumber: Kemenag

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: