Pesan Penting NU Krajan Dalam Peringatan Maulid Nabi

Sabtu, 10 Desember 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, Klaten – Dalam rangka menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad (SAW), Nahdliyin menggelar beragam acara di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Klaten. Salah satu acara yang dihelat warga NU ialah Dzikir Shalawat dan Pengajian Akbar yang diadakan di Desa Krajan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah.

Dalam pengajian akbar ini taushiyah diisi oleh KH Abdullah Saad. Kiai Saad merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inshof, Plesungan, Karanganyar. Salah satu murid dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya ini cukup dikenal oleh masyarakat Klaten. Beberapa waktu lalu, dia juga memberi taushiyah dalam Pengajian Akbar yang digelar di Masjid Agung Al Aqsho, Klaten.

Diiringi tabuhan rebana dan sholawat nabi, KH Abdullah Saad hadir di tengah-tengah jamaah. Di awal ceramah, KH Abdullah Saad mengajak jamaah untuk bersyukur karena hadir di majelis yang dicintai oleh Rosululloh SAW.

KH Abdullah Saad juga bercerita jika beberapa waktu lalu beliau mengikuti manakib dan maulid di Bangka Belitung. Di sana masyarakat sangat antusias menghadiri acara. Tak hanya itu, panitia setempat juga menyiapkan snack dan tempatnya yang istimewa untuk 5.000-an jamaah atas perintah guru di sana.

Kemudian, dia menjelaskan keutamaan maulid menurut beberapa ulama. Salah satunya dari ulama Al-Azhar yang menghukumi maulid sebagai wajib karena bisa menandingi acara-acara yang negatif.

Disebutkan KH Abdullah Saad, Imam Maliki ra menyebutkan sebuah nasihat. “Jika mau memperbaiki umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW di akhir zaman, maka konsepnya harus sama dengan konsep di awal umat Muhammad,” jelas Kiai Saad.

Konsep dimaksud ialah mahabbah kepada Rosululloh yang disebut Kiai Abdullah Saad mulai luntur. Dia kemudian bercerita tentang beberapa sahabat, salah satunya mengenai seorang badui yang bertanya kepada Rosululloh tentang kapan kiamat tiba. Juga tentang cintanya sahabat kepada Rosululloh.

Di hadapan jamaah, KH Abdullah Saad juga mengajak hadirin untuk menghormati KH Said Aqil Siroj yang merupakan pimpinan jamiyah (organisasi) Nahdlatul Ulama. Termasuk saat mengeluarkan hukum tentang jamaah sholat Jumat di jalan pada saat aksi 212 beberapa waktu lalu.

KH Abdullah Saad juga menjelaskan tentang bakti kepada orang tua yang semakin menua. Salah satunya dengan membahagiakan orang tua, memanjakan orang tua. Bukan sebaliknya justru membebani orang tua dengan berbagai tanggungan.

Mengapa banyak anak yang tidak berbakti? Dijelaskan KH Abdullah Sa’ad, hal itu karena tidak adanya mahabbah si anak kepada Rosululloh. Selain itu, dalam acara ini akan digelar pelantikan Pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Desa Krajan. Yang dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Klaten, KH Mujiburrohman.

Usai melantik, KH Mujiburrohman dalam sambutannya berpesan agar segenap Pengurus NU Ranting Desa Krajan bersyukur telah dipilih Allah untuk mengurusi jami’yah Nahdlatul Ulama. Dia juga mengingatkan jika orang-orang yang ngurusi NU dianggap sebagai santri KH Hasyim Asy’ari. Sang pendiri NU juga disebut KH Mujiburrohman telah mendoakan orang yang mau ngurusi NU dengan doa khusnul khotimah. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: