Presiden Jokowi: Jangan Korbankan Persatuan dan Kerukunan Demi Pesta Demokrasi

Jum’at, 23 Februari 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Presiden Joko Widodo membuka Zikir Kebangsaan dan Rakernas Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede. Hadir dalam kesempatan ini, Ketum MUI KH Ma’ruf Amin, serta para kyai, ulama, dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ikut mendampingi Presiden, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin beserta sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Di hadapan para ulama, Presiden menggarisbawahi pentingnya sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama dalam membangun bangsa. Menurut Presiden, umara berkepentingan untuk memperoleh masukan dan doa dari para ulam.

“Silaturahim antara umara dan ulama harus terus kita tingkatkan. Selain ilmu agama yang bisa memandu kami, ulama juga penyalur suara dari masyarakat, rakyat, umat, santri, pondok pesantren-pondok pesantren yang ada di seluruh tanah air,” terangnya di Jakarta, Rabu (21/02).

“Selain itu, Pemerintah atau umara juga berkepentingan untuk menyampaikan kepada umat dan masyarakat mengenai program pemerintah yang telah kita lakukan,” sambungnya.

Terkait penyelenggaraan pemilihan kepada daerah (pilkada) di 171 daerah, Presideng mengajak seluruh ulama untuk terus memberikan keteguhan dan kesejukan, di seluruh wilayah Tanah Air, terutama di daerah yang berlangsung pilkada. “Ini adalah pesta demokrasi rakyat kita. Jangan sampai di dalam pilkada, yang ada justru saling mencela, mencemooh, menjelekan, memfitnah, menebar kabar yang tidak benar, kabar bohong, dan hoax. Itu sangat dilarang agama kita,” pesannya.

“Dalam pesta demokrasi, jangan sampai kita korbankan persatuan, persaudaraan, kerukunan kita. Marilah kita jaga ukhuwah kita, Islamiyah, wathaniyah, dan dengan menjaga kerukunan dan peratuan itu kita akan bisa membangun negara dalam rangka memakmurkan rakyat,” sambungnya.

Pesan yang sama disampaikan KH Ma’ruf Amin. Menurutnya, keutuhan bangsa harus diutamakan. Karenanya, kerukunan antar semua komponen bangsa, khususnya ulama dan umara, harus diperkut.

“Keutuhan bangsa harus diutamakan. Kerukunan antara semua komponen bangsa, khususnya ulama dan umara, harus terus diperkuat,” tegasnya.

“Melalui zikri kebangsaan ini, akan kita satukan dan terus bina hubungan baik antara ulama dan umara,” tandasnya.  (ISNU)

Sumber: Kemenag.go.id

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: