Presiden Jokowi Setujui Penguatan Pendidikan Diniyah di Pesantren

Sabtu, 22 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Menyetujui penguatan pendidikan diniyah, pendidikan keagamaan di pesantren-pesantren. Hal itu demi mengantisipasi perubahan di dunia yang sangat cepat.

“Perubahan seperti ini bisa menjadikan kita baik, bisa menjadikan kita tidak baik. Inilah tugas kita mengantisipasi. Bagaimana membangun karakter-karakter anak-anak kita, yang bisa menjaga harkat bangsa ini dari arus-arus perubahan global yang begitu sangat cepatnya,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Penutupan Musyawarah Kerja Nasional II dan Workshop Nasional (Bimbingan Teknis) Anggota DPRD PPP Se-Indonesia, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (21/7) siang.

Kepala Negara mengingatkan kepada semua pihak untuk berhati-hati, karena 5 tahun yang akan datang, kemudian 10 tahun yang akan datang akan ada perubahan yang sangat drastis.

Ia menyebutkan, ada yang namanya generasi W, generasi Y, yang sekarang baru berumur 15 tahun, berumur 20 tahun, berumur 25 tahun. Selanjutnya, Presiden menambahkan yang 5 tahun lagi akan masuk pasar, akan masuk dan men-drive, mengemudikan perubahan-perubahan itu.

“Generasi Y ini, generasi W, 10 tahun yang akan datang, mereka akan menguasai dan mempengaruhi pasar,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Oleh sebab itu, tutur Jokowi, sekarang saatnya kita mengisi mereka dengan sebuah karakter-karakter yang baik, sehingga perubahan itu tidak mengubah wajah keislaman kita.

“Inilah yang harus diantisipasi. Banyak dari kita yang belum sadar akan perubahan yang sangat cepat ini,” tutur mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah ini.

Menurut Presiden, nantinya, entah apakah ada lagi yang baca koran, mungkin sangat sedikit sekali. Presiden juga menambahkan bahwa kemungkinan tidak ada yang lihat TV lagi, karena yang namanya generasi Y, setiap hari membawa smartphone, berita juga klik di situ, berita-berita online.

Presiden juga menambahkan bahwa generasi berikutnya tidak lihat TV karena nanti yang laku adalah Netflix, video-video yang langsung bisa dilihat di dalam smartphone itu.

“Kalau kita dari sekarang tidak menyiapkan mereka, mengisi mereka dengan jiwa-jiwa yang mulia, dengan jiwa-jiwa baik. Apakah yang akan terjadi?” tanya Presiden.

Inilah, lanjutnya, yang perlu dirinya mengingatkan, menyadarkan pada kita semuanya, bahwa perubahan itu sudah di depan kita.

“Oleh sebab itu, sekali lagi, memperkuat pendidikan diniyah, memperkuat pendidikan pondok-pondok pesantren, memperkuat pendidikan keagamaan yang masih, itu menjadi kunci agar perubahan itu tidak mengubah kita,” tutur Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang KH Maimoen Zubair, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: