Presiden Jokowi Ucapkan Harlah NU di Twitter

Presiden-Joko-WidodoSelasa 2 Februari 2016

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – Nahdlatul Ulama (NU) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-90 pada Minggu (31/1/2016). Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyampaikan harapannya untuk NU ke depan.

Dalam ucapan selamatnya kepada NU, Jokowi berharap NU selalu menjaga kebhinnekaan serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Hal ini ditegaskan, karena selama ini banyak gerakan dan paham radikal yang cenderung berpotensi memecah belah perdamaian dan keutuhan bangsa Indonesia.

“Selamat Milad NU ke-90. Tetap setia mengawal kebhinnekaan dan wujudkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta-Jkw,” ujar Jokowi melalui akun Twitter resminya @jokowi seperti dikutip Senin (1/2/2016).

Selain lewat twitternya, Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya melalui akun facebook miliknya. “Saya berharap NU bersama komponen bangsa lainnya tetap setia menjadi penjaga kebhinnekaan,” tulis Jokowi lewat akun Facebook pribadinya.

Sebelumnya, PBNU dan PSNU Pagar Nusa menyelenggarakan peringatan Harlah Ke-90 NU. Dalam Harlah NU ditegaskan bahwa NU berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara. Komitmen ini terus digelorakan, karena NU melihat banyak gerakan dan paham yang cenderung mencerai-berai keutuhan bangsa yang sejak dahulu hingga kini terus dibangun oleh para ulama, khususnya ulama pesantren.

“Sinergi dan keselarasan antara agama nasionalisme hingga kini terjaga karena jasa dan perjuangan para ulama yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Sabtu 30 Januari 2016.

Ulama Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, lanjut Kang Said, beserta para ulama lain tidak mempunyai ambisi mendirikan khilafah seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama Timur Tengah hingga kini. Karena menurutnya, agama dan nasionalisme sangat bisa berjalan beriringan membangun bangsa yang satu.

“Tugas kita saat ini meneruskan perjuangan ulama-ulama NU dari rongrongan paham radikal berbaju agama yang justru ingin membuat Indonesia porak poranda seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah karena mengusung khilafah,” tegas Kiai asal Kempek Cirebon ini.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: