Prof Nasaruddin Umar Penasaran dengan Pesantren Padanglampe UMI

umi_20160130_002111

Universitas Muslim Indonesaia (UMI) Makassar menjalin kerjasama dengan Institut Perguruan Tinggi Alquran (PTIQ) Jakarta, dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan pemanfaatan serta peningkatan mutu sumber daya manusia – FOTO: TRIBUN NEWS

Sabtu, 30 Januari 2016

MAKASSAR, ISLAMNUSANTARA.COM – Universitas Muslim Indonesaia (UMI) Makassar menjalin kerjasama dengan Institut Perguruan Tinggi Alquran (PTIQ) Jakarta, dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan pemanfaatan serta peningkatan mutu sumber daya manusia.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MuO) oleh Rektor UMI Makassar Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA dan Rektor Institut PTIQ Alquran Jakarta, Prof Dr H Nasaruddin Umar MA, MoU disaksikan Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, H M Mokhtar Noer Jaya, para Wakil Rektor, pimpinan fakultas dan lembaga dalam lingkup UMI, di ruang Senat Kampus II UMI, Jumat (29/1/ 2016).

Prof Masrurah, mengatakan UMI terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, kerjasama dengan Institut PIQ Jakarta punya nilai tersendiri karena karena perguruan tinggi ini spesifik perguruan tinggi Alquran.

UMI juga punya kepedulian dengan kajian-kajian Al Quran termasuk pembinaan mahasiswa penghafal Al Quran, sehingga kedua perguruan tinggi dapat bersinergi.

Mahasiswa UMI penghafal Al Quran, mendapat perhatian dan pembinaan khusus dari pimpinan UMI, setiap tahun UMI merekrut mahasiswa baru yang memiliki potensi untuk dijadikan tahfidz dan tahfidzah, mereka diberikan beasiswa berupa bebas SPP/BPP dan diasramakan, akomodasi juga ditanggung.

“Jika ada diantara mereka yang sudah hafal sampai 20 juz mereka diberi penghargaan diberangkatkan umrah,”kata Prof Masrurah kepada rombongan Institute PTQI.

Sementara itu, Prof Nasaruddin mengatakan UMI memiliki potensi yang luar biasa, sehingga Institut PTIQ tertarik melakukan kerjasama, terutama dalam pembinaan kemahasiswaan.

Model pembinaan kemahasiswaan yang diterapkan di UMI sudah banyak ditiru oleh perguruan tinggi lain, yaitu mempesantrenkan mahasiswa di Padanglampe selama sebulan, sebelum mahasiswa mengikuti pendidikan formal di kampus.

“Terus terang kami ingin melihat secara langsung model pembinaan tersebut di Pesantren UMI Padanglampe, karena telah menjadi buah bibir di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia,”kata Prof Nasaruddin

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: