Prof Quraish Shihab: Ghibah Saja Dilarang Agama, Apalagi Fitnah

Selasa, 31 Oktober 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – Ahli tafsir Al-Quran Indonesia, Prof. Quraish Shihab, mengingatkan bahwa fitnah ini bisa begitu membunuh pribadi seseorang. Itulah mengapa agama sedemikian melarang fitnah ini.

Fitnah dan desas-desus (Ghibah) belakangan semakin banyak kita lihat. Apalagi, di zaman teknologi seperti ini begitu mudahnya orang terpapar fitnah. Tentu saja kita sering melihat fenomena ‘copas dari grup sebelah’ di gawai kita masing-masing, bukan?

“Sedemikian buruk hal ini, sehingga Alquran melukiskannya dengan aneka lukisan yang mengerikan,” tutur Prof. Quraish Shihab di buku Secercah Cahaya Illahi (2000).

Beliau pun mengajak untuk memperhatikan ayat Al-Hujarat tentang hal ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Alhujarat ayat 12).

Ayat di atas dimulai dengan pertanyaan sukakah kamu? atau ‘tegakah kamu?’ atai ‘maukah kamu?’ Pertanyaan tentang ‘sukakah’ dikemukakan menyangkut sesuatu yang amat pasti tidak disukai, bahkan tidak tega dilakukan oleh siapa pun. Beliau juga menjelaskan, bahwa hal itu apalagi terkait dengan daging manusia. Tentu saja mengerikan.

“Lebih mengerikan lagi bahwa manusia tersebut adalah saudara sendiri dan kengeriannya kian bertambah lagi jika saudara itu telah meninggal,” tambah beliau.

Beliau juga menambahkan, seharusnya sesama manusia itu menghormati, bukan saling ‘memakan bangkai’. Untuk itulah, beliau juga mengingatkan kembali bahwa seseorang yang menggunjing ini diibaratkan memakan daging saudara yang telah meninggal. Sebab, orang yang digunjing sudah tiada berdaya melakukan pembelaan diri (Verifikasi).

Jadi, terkait fitnah ini, kita harus berhati-hati. Sering-seringlah melakukan verifikasi atau cek fakta kepada segala hal yang kita terima. Hal itu penting sekali untuk kita lakukan sebagai muslim agar tidak terjatuh menjadi bagian seperti diceritakan oleh Prof. Quraish Shihab di atas.. (ISNU)

Sumber: Islami.co

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: