Profesor Universitas AS: Umat Islam Sejatinya Menolak Terorisme

Rabu, 11 Oktober 2017
ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Salah satu Profesor pada Georgetown University, AS, John L Esposito (lahir 1940) yang merupakan Keturunan dari keluarga Katolik sempat menjadi biarawan sebelum menempuh pendidikan tinggi di St John University. Pada 1974, dia berhasil meraih gelar doktor dari Temple University.

Esposito, hal ini tidak berarti benturan antar-peradaban (clash of civilizations) terjadi. Situasi pasca-insiden 9/11 diharapkan menjadi momentum untuk membangun saling pengertian yang berujung pada kerja sama dan hidup saling berdampingan.

Dengan tegas, Esposito menegaskan kaum Muslim tidak beda daripada umat Kristen atau publik Barat pada umumnya: menolak terorisme. Untuk itu, dia mengajak publik Barat untuk lebih memahami Islam dan dunia Muslim serta menyingkirkan pelbagai stigma atas agama ini. Tujuannya agar dapat mendeteksi penyebab utama paham terorisme.

Dalam hal kelompok Alqaidah pimpinan Usamah bin Ladin, misalnya, Esposito berupaya menunjukkan adanya sejarah keterlibatan AS dalam penguatan organisasi yang berpusat di Afghanistan itu. Malahan, AS pernah diuntungkan dengan eksistensi Alqaidah sewaktu Uni Soviet masih ada dan berupaya mencaplok Afghanistan.

Esposito menyebut, masa itu Alqaidah melakukan jihad baik dalam perspektif pemerintah AS. Singkatnya, ada tendensi politik di balik penyematan label teroris oleh AS pasca-insiden 9/11 atas kelompok-kelompok Islam tertentu. Karena itulah, Esposito juga mengkritik keras semboyan perang melawan terorisme yang diusung sejak presiden George W Bush lantaran mengokupasi simbolsimbol agama demi memuluskan agenda politik tertentu.(ISNU)

Sumber: Republika

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: