Puisi dan Pesan ‘Kematian’ dari Gus Mus

Minggu, 03 Juli 2016,

REMBANG, ISLAMNUSANTARA.COM – Puisi ini dibuat oleh Gus Mus untuk kita yang ditinggal orang yang kita cintai, dan puisi ini khusus dipersembahkan kepada Almarhumah Nyai Hj Siti Fatma yang wafat pada Kamis (30/6/2016) lalu di RSU Rembang, Jawa Tengah amat dicintai dan menginspirasi keluarganya.

Sang suami almarhumah, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus yang juga seorang budayawan dan penyair tak lupa menciptakan puisi untuk mengenang kepergian istri tercintanya itu.

Dari bait per bait puisi tersebut, Gus Mus secara jelas merefleksikan wafat istrinya untuk memberi pesan kepada masyarakat secara luas.

Berikut puisi yang diciptakan oleh Gus Mus tersebut:

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!

Saat lahir, kau diadzankan di telingamu tanpa sholat.

Dan saat mati, kau disholatkan tanpa diawali adzan.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!

Saat lahir, kau tidak tahu siapa yang mengeluarkanmu dari perut ibumu.

Dan saat mati, kau tidak tahu siapa yang memasukkanmu ke dalam kubur.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!

Saat lahir, kau dimandikan dan dibersihkan._

Dan begitu pula saat mati, kau dimandikan dan dibersihkan.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!

Saat lahir, kau tidak tahu siapa yang riang gembira atas kelahiranmu.

Dan saat mati, kau pun tidak tahu siapa yang menangis sedih atas kematianmu.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!

Saat di perut ibu, kau berada di ruang yang sempit lagi gelap.

Dan saat mati, kau pun berada di ruang yang sempit lagi gelap.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!

Saat lahir, kau dibungkus dengan kain untuk menutupimu._

Dan saat mati, kau pun dibungkus dengan kain untuk menutupimu._

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!

Saat lahir dan tumbuh besar, orang-orang bertanya tentang prestasi dan kebaikan-kebaikanmu.

Dan saat mati, malaikat akan bertanya tentang amal-amal yang pernah kau perbuat.

Lalu,………………….

Apa yang telah kau persiapkan untuk akhiratmu???

Masih Tersisa Ramadhanmu

(ISNU)

Sumber: NU.or.id

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: