Puluhan Presiden Mahasiswa Deklarasikan Siap Perangi Radikalisme

Rabu, 01 November 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Surabaya – Sebanyak 77 Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) membacakan Deklarasi Surabaya. Deklarasi ini berisi penolakan dan perlawanan terhadap segala bentuk paham atau tindakan radikalisme yang membahayakan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Deklarasi Surabaya yang dibacakan Ketua DEMA IAIN Bukittinggi Dodo Fernando di Surabaya, Selasa (31/10). Menurutnya, deklarasi ini  berangkat dari keprihatinan para mahasiswa terhadap kondisi bangsa dan negara Indonesia.

Sebelum pembacaan Deklarasi Surabaya, para Presiden Mahasiswa dari 56 PTKIN dan 21 PTKIS se-Indonesia ini serempak membacakan Ikrar Sumpah Pemuda, untuk mengambil spirit para pejuang pemuda Indonesia.

Deklarasi Surabaya dibacakan pada penutupan Temu DEMA PTKI Se Indonesia yang berlangsung dari tanggal 31 Oktober 2018 di Surabaya.

Berikut teks lengkap Deklarasi Mahasiswa PTKI Melawan Radikalisme di Surabaya:

Kami Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tnggi Keagamaan Islam (PTKI) Se Indonesia menyatakan sikap:

  1. Meneguhkan rasa persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indoneia;
  2. Mendorong perbaikan sistem pendidikan dan menolak segala bentuk komersialisasi di dalamnya;
  3. Mendesak pemerintah segara mewujudan kemandirian ekonomi dan kesejahtraan sosial seluruh masyarakat Indonesia;
  4. Menuntut ketegasan dan keadilan hukum dalam berbagai aspek;
  5. Mnyerukan kepada seluru pemuda dan mahasiswa Indonesia untuk berperan aktif dalam berkonribusi membangun bangsa dan negara;
  6. Menolak dan melawan segala bentuk paham atau tindakan intoleransi, radikal, anti NKRI dan anti Pancasila.

Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat PTKI Kementerian Agama RI, Ruchman Basori menyambut baik komitmen dan semangat kebangsaan mahasiwa UIN, IAIN, STAIN dan PTKIS binaan Kementerian Agama ini. “Bagi saya deklarasi surabaya merupakan refleksi mendalam untuk menggugah kepedulian, meneguhkan komitmen serta keinginan berkontribusi menyelesaikan problem-problem kebangsaan,” katanya. (ISNU)

Sumber: Kemenag

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: