Rais Aam PBNU: Berbeda Pendapat Tidak Harus Saling Bermusuhan

Rabu, 05 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Umat Islam seharusnya tidak boleh saling bermusuhan antara satu dan yang lainnya hanya karena perbedaan pendapat. Umat Islam harus terus menjaga dan meningkatkan persaudaraan keislaman (ukhuwwah islamiyyah). Demikian itu disampaikan oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin (Kiai Ma’ruf).

“Jangan terkoyak oleh masalah-masalah yang sebenarnya tidak seharusnya menjadi permusuhan,” kata Kiai Ma’ruf kepada NU Online di Lantai 4 Gedung PBNU, Senin (3/4).

Seharusnya, jelas Kiai Ma’ruf, antarsesama umat Islam itu harus saling menasihati dan mengajak ke jalan yang benar. Baginya, kalau seandainya mereka yang dinasihati dan diajak untuk berbuat baik menolak, maka itu jangan dijadikan sebagai bahan untuk menyulut api permusuhan.

“Dengan orang non-Muslim pun kita masing-masing saja. Lakum dinukum waliyadin (bagimu agamamu, bagiku agamaku),” jelasnya.

Kiai Ma’ruf menjelaskan, perbedaan-perbedaan tersebut jangan menjadi alat untuk saling bermusuhan. Untuk itu, Kiai alumni Pesantren Tebuireng ini meminta umat Islam Indonesia untuk tidak menanamkan sikap saling benci dan saling memusuhi antarsesama.

“Kita harus membangun (sikap) saling mencintai dan saling menyayangi,” katanya.

Menurutnya, kalau seandainya sikap saling mencintai dan menyayangi sudah terbangun baik di tengah-tengah masyarakat, maka tidak akan ada lagi sikap bermusuhan.

Terkait dengan kelompok yang memaksakan pendapatnya, Kiai Ma’ruf menilai itu tidak jadi masalah selama hanya mengajak dan tidak sampai pada tahap bermusuhan. “Kalau sampai bermusuhan, itu yang tidak baik,” terangnya.

“Masing-masing (harus) menahan diri. Kalau kemudian saling ngotot, jadi (bermusuhan). Tidak perlu ada saling bermusuhan,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: