Rais Aam PBNU: Pesantren Juga Miliki Tugas Berdayakan Umat

Jum’at, 28 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Pesantren memiliki tugas yang menyeluruh. Pesantren tidak hanya bertanggung jawab memberikan pengajaran tentang keislaman tetapi juga memberdayakan umat. Hal itu disampaikan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin saat memberikan cermah dalam acara seminar dan rapat kerja bertemakan Peran Pesantren untuk Penguatan Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pesantren Nahdlatul (RMI NU) di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (27/4).

“Pesantren memiliki tugas paripurna. Tugas utamanya adalah i’dadul mufaqqihin dan rijalul ishlah,” kata Kiai Ma’ruf.

Selain itu, Kiai Ma’ruf menjelaskan, tugas pesantren juga adalah memberdayakan ekonomi umat. Menurutnya, sekarang adalah momentum yang tepat bagi pesantren untuk ikut andil dalam mengembangkan ekonomi Indonesia.

“Sekarang ini momentumnya tepat sekali. Kebijakan pemerintah sangat bagus sekali seperti pendistribusian tanah,” jelasnya.

Terkait kebijakan pemerintah itu, Kiai lulusan Pesantren Tebuireng ini mendorong pesantren untuk berbenah dan menyiapkan diri. Ia mewanti-wanti agar jangan sampai kesempatan tersebut terlewatkan oleh pesantren.

Ia mengaku sudah meminta presiden untuk melibatkan umat Islam dalam pengembangan ekonomi nasional. “Jangan sampai saya ngerok. Presiden sudah siap tetapi kita belum siap. Maka kita tidak akan dapat apa-apa,” urainya.

Menurut Kiai Ma’ruf, masing-masing pesantren harus bisa memetakan diri terkait dengan model ekonomi seperti apa yang akan dikembangkan. “Kita harus benar-benar bisa memetakan. Mau bikin gerai, kita bisa kerja sama dengan Carrefour,” jelasnya.

“Kita harus punya inisiatif dan kreatifitas,” lanjut kiai yang juga menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.

Kiai Ma’ruf menilai, umat Islam adalah bangsa terbesar di negara ini. Jika umatnya kuat maka bangsa Indonesia juga kuat. “Tetapi jika bangsanya lemah, maka bangsanya juga lemah. Menjadi kewajiban pemerintah untuk menguatkan umat,” tukasnya.  (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: