Rais Aam PBNU Serukan Pentingnya Membangun Citra Islam Rahmatan Lil Alamin

Senin, 01 Januari 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jeddah – Menjelang usia 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU), Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menekankan pentingnya penguatan landasan pengetahuan Islam Ahlussunnah wal jamaah bagi seluruh warga NU. NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia telah memberikan sumbangsih besar terhadap pasang surut perjalanan bangsa Indonesia.

“Dibutuhkan kontribusi dari seluruh jajaran kepengurusan NU dan banom dari tingkat ranting hingga pusat untuk melakukan gerakan kaderisasi secara masif dan terstruktur,” kata Kiai Ma’ruf, pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Sewindu Haul Gus Dur di Wisma Indonesia KJRI, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (29/12) malam waktu setempat.

Kiai Ma’ruf menambahkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh PCINU tentang penguatan basis kaderisasi dan pemahaman keislaman yang moderat.

“Dirasa sangat penting bagi NU untuk turut serta membangun citra Islam yang rahmatan lil alamin, khususnya di negara-negara yang agama Islam-nya sebagai agama minoritas,” lanjut Kiai Ma’ruf pada kegiatan bertema Islam Agama Perdamaian dan Keadilan.

Hal itu juga penting, lanjut Kiai Ma’ruf  karena sebagian penduduk di negara yang dengan Islam minoritas masih melihat representasi Islam seperti apa yang terjadi di Timur Tengah dan adanya gerakan teror seperti ISIS yang dianggap dilakukan mayoritas umat Islam.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Sewindu Haul Gus Dur menjadi kegiatan penutup tahun 2017 yang digagas Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi dan PCK GP Ansor Arab Saudi.

Selain Kiai Ma’ruf turut hadir diantaranya Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini; Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasarudin Umar; Menteri Pariwisata Arief Yahya;  Dubes RI untuk Lebanon HE Achmad Chozin Chumaidy; Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel; Konsul Jenderal RI untuk Jeddah M Hery Saripudin.

Kegiatan diikuti beragam lapisan masyarakat Indonesia di Jeddah, MWCINU Riyadh, serta perwakilan warga NU dari Thaif dan Madinah. Kegiatan menjadi wujud cinta dan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menyampaikan Islam sebagai penyempurna agama-agama terdahulu.

Ketua PCK GP Ansor Arab Saudi, Musthofa Al Gholayin mengungkapkan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan wafatnya Gus Dur diperingati sebagai momentum untuk menekankan betapa pentingnya menunjukkan perilaku beragama yang santun dan penuh cinta kasih di tengah maraknya upaya untuk membenturkan umat beragama dengan masifnya tulisan dan tayangan mengandung ujaran kebencian dan klaim kebenaran sepihak.

Selain itu sekaligus mengenang wafatnya Gus Dur sebagai guru bangsa yang telah memberikan sumbangsih pemikiran keislaman yang progresif dan toleran di kalangan Nahdliyin khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan sesama warga ekspatriat Indonesia di Arab Saudi. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: