Respon Isu SARA, PCNU Garut Bahas Pemilihan Pemimpin Non-Muslim

Rabu, 18 Januari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Garut – Fenomena isu SARA yang belakangan ini sangat deras melanda Indonesia bahkan beberapa Negara di dunia, memicu reaksi dari masyarakat. Pada musyawarah kerja cabang II di Pesantren Al-Huda, Selasa (17/1), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut membahas isu-isu terkini sebagai topik bahtsul masail dengan mengangkat tema masalah pemilihan pemimpin non-Muslim di negara demokrasi Indonesia.

“Ini ada fenomena nasional mengenai Ahok. Makanya kita ingin meninjaunya dari segi syari’at Islam, bagaimana sebetulnya memilih pemimpin non-Muslim. Apakah boleh atau tidak di negara demokrasi Indonesia. Kita bukan darul muslimin, kita adalah negara demokrasi yang notabene tidak mengedepankan asas keagamaan sebagai dasar negara,” terang Sekretaris Panitia Mukercab II Aceng Hilman Umar Bashori saat dijumpai di Pesantren Al-Huda.

PCNU Garut menilai isu ini penting diangkat dalam pembahasan bahtsul masail guna menangani keragu-raguan masyarakat dalam menyikapi fenomena terkait dari sisi syari’at islam.

Dalam batsul matsail peserta musyawarah akan membahas seperti apa kualifikasi pemilihan pemimpin non-Muslim jika memang diperbolehkan.

Sebaliknya bila dilarang oleh syari’at Islam, PCNU Garut akan merumuskan bagaimana ketentuan-ketentuannya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: