Ribuan Jamaah Semarakkan Pembacaan Tahlil Dihari Ke-7 KH Hasyim Muzadi

Jum’at, 24 Maret 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Malang – Pembacaan surat Yasin dan tahlil untuk Ketua Umum PBNU 1999-2010 KH Hasyim Muzadi diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah, khususnya dari daerah Malang Raya dan Tuban. Jamaah mulai berdatangan ke kompleks Pondok Pesantren Al Hikam, Jalan Cengger Ayam, Kota Malang sejak sore, pada Rabu (22/3). Mereka meluber hingga pelataran gedung Pondok Pesantren Al Hikam, masjid, selasar pondok, dan trotoar jalan.

Selain kerabat, warga, dan santri, banyak juga kiai yang hadir, di antaranya KH Chamzawi, KH Abu Sa’id dari Batu, Gus Wahid, KH Mansur, KH Malik Salam, KH Idris Hamid dari Pasuruan, KH Ali Mustofa, KH Huda dari Tuban.

Bacaan surat yasin dimulai setelah shalat Isya dipimpin Ustadz Muhson, Imam Masjid Jami’ Malang, sementara pembacaan tahlil dipimpin Gus Anas, putra KH Basori Alwi.

Kegiatan itu diisi dengan sambutan dari sahibul musibah yang diwakili Hilman Wajdi. “Keluarga sangat berterima kasih atas kerawuhan panjenengan semua untuk mendoakan Abah. Mohon doanya semoga kami bisa melanjutkan perjuangan Abah, terutama dalam mengemban amanah Pondok Pesantren Al Hikam di Malang dan Depok,” kata pria yang bisa dipanggil Andik ini, sebagaimana siaran pers yang diterima NU Online,pada Kamis (23/3).

Acara juga diisi dengan mauidzoh hasanah KH Afifuddin Muhajir dari Pondok Pesantren Asembagus, Situbondo dan KH Baidowi Muslih dari Pondok Pesantren Miftahul Huda yang juga ketua MUI Kota Malang.

KH Afifuddin berpesan kepada para hadirin, terkait kesannya tentang almarhum. “Bahwa almarhum adalah orang yang sangat baik, bermanfaat untuk banyak orang,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, bisa jadi kebaikan Kiai Hasyim justru lebih banyak yang tidak diketahui oleh khalayak. “Salah satu bukti nya adalah banyaknya orang yang merasa kehilangan atas wafatnya beliau. Banyak yang menangis mengenang kebaikan beliau,” tuturnya.

Nasihat KH Baidowi Muslih, dengan wafatknya seorang ulama, kita patut berbela sungkawa, terutama beliau almarhum KH Hasyim Muzadi.

Menurut dia, Kaii Hasyimh ulama yang pejuang. Ia berjuang melanjutkan perjuangan KH Hasyim Asy’ari, memperjuangkan Islam Ahlussunah wal Jamaah sebagaimana kelompok mayoritas yang telah disabdakan oleh Nabi, yaitu al-sawadul a’dzom.

Ppembacaan doa untuk Kiai Hasyim dimulai sejak sore hari. Diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, dilanjutkan istighotsah, tahlil dan ceramah agama. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: