Sayangkan Aksi Bom Samarinda, PBNU Minta Masyarakat Jaga Kebhinekaan

Rabu, 16 November 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Dalam rangka memelihara keragaman pelbagai agama, suku, bahasa, warna kulit, dan kelompok, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk merapatkan barisan. Kang Said menyayangkan aksi kekerasan dengan pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Ahad (13/11).

Hal itu disampaikan Kang Said kepada NU Online di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/11) sore.

Menurutnya, aksi pelemparan bom di gereja Ahad kemarin mencederai kebinekaan yang selama ini dijaga. “Mari kita hargai keberagaman. Allah menciptakan manusia beragam suku, beragam agama, bermacam warna kulit, bermacam bahasa. Kita harus menghormati itu semua.”

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur menegaskan bahwa keberagaman di Indonesia khususnya merupakan fitrah yang dikehendaki Allah SWT. Riilnya Allah tidak menciptakan satu agama, dan tidak menciptakan satu suku.

Ia mengutip firman Allah dalam Surat Yunus yang menyatakan bahwa Allah tidak menghendaki manusia di muka bumi dengan satu keyakinan. Pada ayat ini Allah menegaskan dengan bentuk pertanyaan, “Apakah engkau (Nabi Muhammad SAW) akan mengambil jalan kekerasan agar mereka semua memeluk Islam?”

“Ini artinya pelajaran bagi kita untuk menghargai keberagaman dan perbedaan baik warna kulit, suku, agama, maupun bahasa. Mari kita hargai segala bentuk perbedaan karena itu merupakan kemutlakan dari kekuasaan Allah yang menghendaki alam seperti ini,” tandas Kang Said. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: