Sebarkan Islam dengan Kasih Sayang bukan Membid’ahkan

Senin, 11 Juli 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, BERITA ISLAM – Kondisi umat Islam yang semakin berkembang perlu didekati dengan cara-cara yang harus lebih kreatif. Globalisasi dan perkembangan informasi menjadikan umat rentan, terutama jangan ditakut-takuti. Karena tak jarang masyarakat yang justru anti pati dengan pendekatan kita, terlebih apabila pendekatan yang kita lakukan kurang tepat.

Misalnya, ketika bicara soal bid’ah, hampir setiap yang kita lakukan saat ini mengandung bid’ah baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya menggunakan handpone, pake sendok saat makan, dll. Sedangkan dulu saat zaman Nabi Muhammad tidak ada handpone maupun sendok, saat ini rasa-rasanya tidak ada orang yang tidak memakai handpone.

Bila kita selalu menghardik orang lain dengan bid’ah, apapun yang dilakukan orang diluar dirinya dianggap bid’ah, bagaimana orang akan simpatik. Yang diperlukan adalah cinta dan kasih sayang terhadap ummat. Kemudian tidak mudah menjustifikasi orang lain sesat, kafir dan ahli bid’ah. Kata Abdul waris salah seorang peserta kajian.

Disatu sisi banyak orang yang meyakini pemahaman yang mereka dapatkan mutlak sebagai kebenaran. Hal ini biasanya menimbulkan banyak masalah ketika mereka juga tidak membuka diri terhadap keyakinan yang diyakini orang lain.

Ada sekolompok orang yang menganggap bahwa ijtihad yang mereka anut adalah kebenaran mutlak yang wajib dipatuhi, jika tidak diikuti dianggap sesat bahkan kafir.

“Adanya ijtihad oleh para ulama dahulu, mereka menyesuaikan dengan situasi dan kondisi umma Islam yang ada saat itu. Hasil ijtihat juga seharusnya tidak bertentangan dengan situasi dan kondisi yang melanda umat Islam hari ini.” Lanjut Waris. (ISNU)

Sumber: Jalur9.com

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: