Sekjen Kemenag: yang Sama Jangan Dibedakan, yang Beda Jangan Disamakan

Selasa, 17 Oktober 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Pendidikan merupakan kunci membangun harmoni. Hal ini ditegaskan oleh Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam saat menjadi salah satu narasumber pada  Dialog Agama Islam-Khonghucu  yang mengangkat tema ‘Membangun Harmoni dan Jalan Tengah Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia’.

Dialog ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) dalam rangka perayaan Zhisheng Dan, Hari Lahir Nabi Agung Kongzi 2568 di Jakarta.

Selain Nur Syam,  narasumber lainnya adalah  Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Islam Indonesia Jimly Asshidiqie, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Dede Rosyada, Ketua Dewan Rohaniawan MATAKIN Xs. Djaengrana Ongawijaya, Ketua Umum MATAKIN Uung Sendana L. Linggaraja, serta tokoh-tokoh agama Islam dan Khonghucu lainnya.

Sekjen memaparkan tentang pentingnya pendidikan bahkan mencetuskan ide untuk mendirikan perguruan tinggi agama Khonghucu Negeri di Indonesia. Terlebih saat ini dalam struktur Kementerian Agama, Khonghucu telah memiliki satu struktur tersendiri, yakni Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu.

“Semoga dalam kesempatan yang akan datang kita dapat tingkatkan SDM kita dan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan kita,” ujar Sekjen, Senin (16/10).

Sekjen juga menyampaikan rasa syukurnya, karena tokoh-tokoh agama yang hadir dalam dialog tersebut memiliki konsep yang sama, yakni ‘yang sama jangan dibedakan, yang beda jangan disamakan’.

“Jadi kita jangan berupaya menyamakan yang beda dan kita juga jangan berupaya untuk membedakan yang sama,” ujar Sekjen.

Jangankan antara Khonghucu dan Islam, dalam satu agama saja sering kali terdapat perbedaan-perbedaan. Sekjen mengingatkan agar umat beragama tidak membesar-besarkan perbedaan yang ada. Menurutnya, selama konsep ‘yang sama jangan dibedakan, yang beda jangan disamakan’, maka kerukunan antar umat beragama dapat terwujud. (ISNU)

Sumber: Kemenag

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: