Sekjen PBNU: Ancaman NKRI Jika Benih Radikalisme-Terorisme Tidak Cepat Diatasi

Minggu, 07 Agustus 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, JAKARTA – Maraknya kelompok radikal dan ekstrimis yang menghantui NKRI, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan benih radikalisme dan terorisme di Indonesia harus dikikis habis agar tidak menjadi ancaman yang lebih besar di masa mendatang.

“Bila benih-benih radikalisme dan terorisme ini tidak cepat diatasi, Indonesia akan mengalami ancaman yang lebih besar,” kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di Jakarta. (Baca juga: GP Ansor Tolak Gerakan Takfirisme yang Bahayakan Kesatuan Bangsa)

Ia mencontohkan ada suatu ormas yang jelas menolak NKRI dan Pancasila. Ironisnya, ormas tersebut masih belum diambil tindakan.

“Mereka jelas menyebut produk dari Proklamasi telah melahirkan thogut-thogut dan melahirkan kita-kita yang dianggap telah keluar dari ajaran Islam dan mereka sebut kafir,” ungkap Helmy.

Helmy menjelaskan NKRI lahir dari konsensus dan kesepakatan seluruh elemen bangsa Indonesia melalui pendekatan dan pandangan agama. Dengan demikian, konsensus NKRI ini harus ditaati oleh seluruh bangsa Indonesia. (Baca juga: Takfirisme Ancaman Kedaulatan NKRI)

“Kalau mereka tidak mengakui, berarti mereka tidak mengakui konsensus. Itu artinya mereka melawan NKRI,” tutur Helmy.

Helmy menolak anggapan masih terjadinya aksi bom di Indonesia karena Islam moderat masih lemah pada tataran praktis atau kecolongan.

“Ini bukan semata-mata NU atau Muhammadiyah kecolongan dengan pemikiran Islam yang moderat yang selama ini kami dengungkan. Ini tugas semua pihak untuk selalu mengajarkan kedamaian,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Zubair mengatakan pihak-pihak yang menginginkan negara Islam dan mengkafir-kafirkan bangsanya sendiri adalah pihak yang tidak paham sejarah. (Baca juga: Mantan Teroris: Radikalisme dan Terorisme Bahaya Laten yang Muncul Dari Pemahaman Takfirisme)

“Mereka menganut paham yang lahir di luar Indonesia dan dipaksa berkembang di negara ini. Umat Islam sendiri kok yang mendirikan negara Indonesa ini sehingga dasar negara kita sebenarnya adalah konsep Islam yang bisa diterima oleh semua pihak di Indonesia,” jelas Zubair. (ISNU)

Sumber: SatuHarapan.com

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: