Sekjen PBNU: Rasa Persaudaraan Kunci Persatuan Bangsa

Kamis, 13 September 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faisal Zaini mengajak warga NU khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya agar menjunjung tinggi etika dalam menggunakan media sosial.

“Tahun ini menguatkan literasi di kalangan warga NU khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, yaitu bagaimana menggunakan etika dalam bermedia sosial,” kata Helmy tentang makna peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Sebab, menurutnya, di era media sosial ini, warga Indonesia yang menggunakan gawai mencapai 50 persen sebagai media komunikasi. Pada saat bersamaan, informasi yang tidak benar bertebaran silih berganti.

“Kita sudah menemukan berita di mana-mana hoaks. Belum ditabayun, tapi sudah dishare sehingga menimbulkan perselisihan antarorang atau kelompok,” ucapnya.

Menurut pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu, jika literasi lemah, dan masyarakat mudah terprovokasi akibat dari tidak bijak dalam menggunakan media sosial, maka berpotensi mengendurkan kohesi sosial.

Oleh karena itu, dengan berbagai kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka memperingati hari santri, seperti lomba desain grafis ini untuk menguatkan kembali kohesi social. Sehingga lahir ukhuwah insaniyah atau persaudaraan kemanusiaan.

“Jadi sebetulnya rasa menjadi saudara itulah, menurut saya, kunci dari adanya persatuan nasional,” tandasnya. (ISNU)
Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: