Selesaikan Ketegangan Saudi-Iran dengan ‘Formula Ajabi’ Islam Nusantara

KH Aqil S JihadJumat, 8 Januari 2016

JAKARTA ,ISLAMNUSANTARA.COM – Ketegangan Iran dengan Arab Saudi mengundang keprihatinan berbagai kalangan di tanah air, mengingat dua negara ini memiliki pengaruh di dunia Islam. Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Siradj dalam keterangan tertulisnya, Rabu 6 Januari 2016.

Menurut Said, PBNU siap menjadi garda paling depan untuk meredam ketegangan Iran dan Saudi. PBNU sudah punya formula ajaib yang bisa digunakan meredakan ketegangan kedua negara itu. Formula itu menurut Said adalah ‘Islam Nusantara’ atau Islam moderat yang sejak dahulu dianut muslim Indonesia.

“PBNU, dalam konteks konflik Arab Saudi dan Iran,  siap menjadi garda depan untuk selalu melaksanakan dan juga mengembangkan paham Islam yang moderat “Islam Nusantara” yang selalu mengedepankan sikap moderat, seimbang, adil, dan juga toleran,” ujar Kang Said sapaan akrab KH Said Aqil Siradj.

Kang Said menambahkan konflik Arab Saudi-Iran dinilainya mengkhawatirkan, mengingat posisi Arab Saudi dan Iran adalah representasi dunia Islam. Selain itu, jika polemik itu dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi pertempuran yang lebih luas dan berbahaya bagi dunia.

“Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar Indonesia mengambil peran namun tetap harus berhati-hati agar tidak terlibat dalam pemihakan (tidak melakukan blocking). PBNU mengimbau agar konflik Arab Saudi-Iran tidak diperparah dengan isu-isu ideologi wahabi-syiah. Umat Islam agar tidak terprovokasi sehingga melakukan tindakan-tindakan yang merugikan,” tutur Kang Said.

Sebelumnya konflik Arab Saudi-Iran diawali dari eksekusi mati ulama terkemuka Syiah Saudi, Syeikh Nirm Baqir al-Nimr. Keadaan itu langsung menyita reaksi publik, termasuk demonstrasi yang terjadi di negara-negara timur tengah: Iran, Irak, Pakistan, dan juga Lebanon.

Eksekusi itu memantik kemarahan rakyat Iran. Mereka membakar kantor kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran, Ibukota Iran. Ujungnya, Arab Saudi secara resmi memberhentikan hubungan diplomatik dengan Iran.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: