Sering Dihina dan Dibully di Medsos, Ini Tanggapan Kiai Said

Sabtu, 29 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta  –Silaturrahim adalah budaya dan budaya adalah kerukunan. Begitu juga mem-bully orang lain di media sosial merupakan kebudayaan negatif di era saat ini. Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj usai membuka silaturrahim budaya yang digelar Lesbumi NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (28/7) malam.

Kang Said tidak mempermasalahkan dirinya dihina dan di-bully di media sosial, justru dengan di-bully banyak manfaat yang diperoleh.

“Alhamdulillah, saya di media sosial banyak yang membully, nggak papa, kita ambil hikmahnya saja,” ujarnya.

Pergelaran silaturrahim budaya kedua kalinya oleh Lembaga seni dan budaya NU dimeriahkan dengan pameran lebih dari 100 keris, musik keroncong, pembacaan puisi dan suluk “Sapta Wikrama” dari Lesbumi,  Mocopat dari Sujiwo Tejo, Pencak Silat dari Pagar Nusa, Gholla Barghawaz Kesenian Celempung Sunda Wiwitan, dan diakhiri dengan Seminar yang diisi Ketua Lesbumi KH Agoes  Sunyoto, Ketua Umum Persatuan Purnawiran Warakawuri TNI/Polri (Pepabri) Agum Gumelar, Budayawan KGPH Puger, dan Pemerhati Budaya Harry Tjan Silalahi.

Dikatakan Kang Said, seni adalah sesuatu yang bersifat universal, seperti yang disampaikan oleh tokoh Islam Dzun Nun Al-Misri, ia menerangkan bahwa seni adalah suara kebenaran yang bisa mengantarkan seseorang kepada Tuhan.

Menurutnya, di dalam Surat As-Syu’ara itu disebutkan bahwa para penyair itu adalah orang yang memiliki pandangan yang luas, cerdas, kuat, universal, dan seorang yang senang dengan pengembaraan. “Pengembara para Syu‘ara, para penyair, ya para seniman itu,” jelasnya.

Lebih jauh, Pengasuh Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah itu menjelaskan bahwa Islam itu bukan hanya soal teologi dan ritual, tetapi juga adalah agama ilmu, kebudayaan, dan peradaban. “Tetapi Islam juga dinul ilmi was tsaqafah wal adabi wal hadlarah,” tuturnya.

Sementara Ketua panitia Aizzudin Abdurrahman (Gus Aiz) mengatakan bahwa kegiatan Silaturahim Kebudayaan merupakan tanggung jawab yang menjadi fokus bagi Lesbumi. “Ini merupakan kebanggaan, ini merupakan bukti nyata kebudayaan tidak terpisahkan dari bangsa ini,” katanya. (ISNU)

Sumber: Duta.co

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: