Sosok Gus Dur yang Bisa Tampilkan Wajah Islam Damai dan Plural

Rabu, 15 Juni 2016,

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – Sosok Gus Dur memang sangat asyik dan dapat menjelaskan Islam Nusantara dengan baik, dan itu terbukti sekali hingga membuat orang lain kangen akan celotehan-celotehan dan candaan berbobotnya.

Salah satu anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Daniel Johan mengaku selalu ingat sosok Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur ketika bulan suci Ramadhan.

Gus Dur tidak pernah berhenti menanamkan nilai-nilai toleransi dan pluralisme selama hidupnya.

Menurut dia, Gus Dur lewat Nahdlatul Ulama (NU) berhasil menampilkan wajah Islam yang damai, bersahabat dan jauh dari kekerasan. (Baca juga: Nadirsyah Hosen: ‘Gus Dur-Gus Mus’ Jimat NU)

Gus Dur menjadi salah satu tokoh yang berhasil menjadikan muslim Indonesia dikagumi di dunia internasional di tengah stigma yang mengkait-kaitkan Islam dengan terorisme.

“Nah, dengan kehadiran Gus Dur semua stigma negatif itu terbantahkan. Bahwa Islam itu sesungguhnya damai,” ujar Daniel dalam acara berbuka puasa di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016).

Meski bukan pemeluk agama Islam, Daniel mengaku sikap dan pandangan Gus Dur membuat dirinya ingin sekali menjadi warga NU. (Baca juga: Gus Dur dan Tahun Baru)

Ia memperhatikan, tidak banyak tokoh agama seperti Gus Dur yang mampu dicintai oleh orang-orang dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda-beda.

Tidak heran, kata Daniel, muncul istilah-istilah nyeleneh seperti “orang NU cabang Katolik atau orang NU cabang Buddha”.

“Gus Dur membuat saya ingin menjadi warga NU, meski saya bukan Islam. Karena pandangan Gus Dur yang plural makanya ada istilah NU cabang Katolik atau NU cabang Buddha,” kata Daniel sambil tertawa.

Daniel berharap, Ramadhan bisa digunakan setiap warga untuk mengingat kembali nilai-nilai ajaran Gus Dur yang menekankan toleransi dan keberagaman.

Baginya, setiap orang yang akan menjadi pemimpin Indonesia harus menjadikan Gus Dur sebagai salah satu panutan agar Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga.

“Gus dur harus dijadikan panutan oleh seluruh calon pemimpin Indonesia. Menjadi seorang pemimpin yang otentik Indonesia,” ujarnya. (ISNU)

Sumber: Kompas

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: